Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apabila Seseorang Datang ke Pintu Penguasa

0

Maimun bin Mihran memiliki dakwah keimanan yang mendalam, menyerukannya kepada orang-orang tanpa kepalsuan maupun kedustaan. Maka dalam pelaksanaannya dia menyerahkan penghisaban manusia kepada Rabb manusia.

Dia mengatakan: Ada tiga perkara yang bisa menyampaikan kepada kebaikan ataupun keburukan: Amanah, perjanjian, silaturahim.

Ketika salah seorang sahabatnya datang kepadanya dan berbasa-basi mengatakan, “Wahai Abu Ayyub! Umat manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama Allah masih menetapkan engkau bagi mereka.”

Maka dia langsung mendoakan ketakwaan bagi sahabatnya itu dan berkata, “Berhati-hatilah atas urusanmu, umat manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka bertakwa kepada Tuhannya.”

Kerap kali dia mengulang-ulang makna ini. Akan tetapi, gambarannya lebih diperjelas ketika dia berkata kepada sahabatnya yang bernama Ja’far bin Burqan seraya menasihatinya, “Wahai Ja’far, katakanlah kepadaku di hadapanku apa yang aku benci. Sesungguhnya seseorang tidak akan bisa menasihati saudaranya, hingga saudaranya itu mengatakannya di hadapannya apa yang dia benci.”

Dia pun terus memberikan nasihat-nasihat yang luhur. Sungguh, dia telah mengambil jalan yang jujur dan benar.

Hal itu terlihat jelas di dalam perkataannya, “Apabila seseorang datang ke pintu penguasa, lalu pintu itu tertutup baginya, maka hendaklah dia mendatangi rumah-rumah Allah Yang Maha Pengasih karena sesungguhnya rumah-rumah itu selalu terbuka lebar, lalu laksanakanlah shalat dua rakaat dan mintalah keperluanmu kepada-Nya.” []

Sumber: Kisah Para Tabiin/Penulis:Syaikh Abdul Mun’im Al-Hasyimi /Penerbit:Ummul Qura

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More