Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

10 Jenis Shalat yang Tidak Diterima oleh Allah

0

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mendirikan shalat, maka shalat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan keselamatan dan barangsiapa yang tidak mendirikan shalat, maka sesungguhnya shalat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa: “10 orang shalatnya tidak diterima oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, di antaranya: Laki-laki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu. Laki-laki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat. Laki-laki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya. laki-laki yang melarikan diri dari medan perang. Laki-laki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).  perempuan yang suaminya marah kepadanya. Perempuan yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim. Orang-orang yang suka makan riba’. Orang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.”

Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang bermaksud : “Barang siapa yang shalatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya shalatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah subhaanahu wa ta’ala dan jauh dari Allah.”

Hassan r.a berkata, “Apabila shalat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan shalat. Dan pada hari kiamat nanti shalatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”

Sebagaimana firman Allah,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Sumber: Kisah Teladan Islami/ Az-Zikr Studio

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline