Foto: Renatures

Wahai Amirul mukminin, Bukankah Esok Hari Bisa Dilanjutkan?

Seorang menteri mengeluh atas pekerjaan yang dilakukan seorang amirul mukminin, Umar bin Abdul Azis. Dalam kesehariannya, Umar melakukan semua tugas kenegaraanya hingga larut malam. Padahal, waktu yang disediakan hanya sampai ba’da Maghrib (waktu setelah Maghrib).

BACA JUGA: Doa Umar Bin Khattab, Saat Lelah Mengurus Rakyat

Suatu hari, sang menteri memberanikan diri menyapa Umar, “Wahai Amirul Mukminin, hendaknya berhentilah dari pekerjaan itu sejenak. Bukankah esok hari bisa dilanjutkan?”

Mendengar sapaan tersebut, Umar menjawab, “Wahai Menteri, hendaknya pekerjaan itu tidak ditunda-tunda. Selesaikanlah sampai tuntas. Bukankah esok hari banyak pekerjaan baru yang mesti kita selesaikan juga.”

Sang menteri tertunduk malu dengan jawaban yang keluar dari mulut Umar, karena ia sering mengulur-ulur pekerjaan. Ia pun berkata kepada Umar, “Wahai Amirul Mukminin, apa yang diucapkan benar adanya,” ujar sang menteri. []

Sumber: 65 Cerita Teladan Sebelum Tidur/Karya: Sakha Aqila Mustofa/Penerbit: Wahyumedia/2007

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline