Foto: pixabay.com

Unta yang Mengadu kepada Rasulullah

Dalam suatu khutbahnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menyeru umatnya agar selalu berbuat baik kepada setiap orang, terutama terhadap anak-anak yatim, fakir miskin, dan janda-janda tua. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga mengingatkan agar manusia berbuat baik terhadap binatang.

BACA JUGA: Kasih Sayang Rasulullah pada Cucu-cucunya

Pada suatu hari, ketika beliau pulang ke rumahnya, dia melihat seekor kucing sedang tidur dengan anak-anaknya di atas jubah yang hendak dipakainya untuk shalat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang memiliki sikap kasih, tidak ingin mengganggu kucing-kucing yang sedang tidur.

Maka, beliau menggunting bagian jubah yang tidak ditiduri kucing, kemudian memakainya untuk shalat di masjid. Dengan begitu, kucing-kucing yang sedang tidur tidak terganggu.

Pada hari yang lain, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berjalan melewati suatu lorong di Kota Madinah. Tiba-tiba, beliau melihat seekor unta yang berlari kencang ke arahnya. Orang-orang berlarian ke tepi, menghindarkan diri dari unta itu.

Namun, ketika sampai di hadapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, unta itu menjadi jinak. Lalu, unta itu dipeluk sambil diusap-usap oleh beliu. Tak lama kemudian, pemilik unta datang kepada Rasul dengan terengah-engah.

“Terima kasih, ya Rasulullah,” katanya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tahu apa yang menyebabkan unta itu lari dari tuannya.

Kemudian, beliau berkata, “Kenapa engkau tidak memberikan makanan yang cukup untuk unta ini? la mengadu lapar kepadaku. Kalau engkau bisa men-jaganya dengan baik, untamu ini tidak akan lari.”

BACA JUGA: Apa yang Engkau Tinggal Jauh Lebih Berharga daripada Seratus Unta Terbaik

Orang itu terkejut mendengar kata-kata Rasulullah. Dia tidak menyangka bahwa unta itu bisa mengadu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan beliau memahami bahasa binatang. Lantas, dia pun mengakui kesalahannya. Sejak itu, sang pemilik unta sadar bahwa untanya bukanlah semata-mata sebagai hewan tunggangan. melainkan juga makhluk Allah yang harus dijaga dengan baik dan ditunaikan hak-haknya. []

Sumber: 100 KisahIslamiPilihanUntukAnak-anak – Hc/Karya: Salman Iskandar/Penerbit: Mizan

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline