Foto; BP2M

Umar bin Abdul Aziz Meminta Para Pejabat Harus Hemat

Suatu ketika, salah seorang gubernur meminta Umar bin Abdul Aziz selaku amirul mukminin untuk menambah stok lilin untuk menerangi kantor dan untuk dipakai sebagai penerang jalan bagi gubernur ketika akan pergi ke masjid untuk menjalankan shalat isya dan subuh.

Khalifah menjawabnya, “Aku sudah menyumpahmu sebelum kau menjadi gubernur untuk tidak memakai penerangan ketika akan berangkat ke masjid walaupun cuaca dingin dan gelap, sungguh dirimu ketika itu lebih baik daripada dirimu yang sekarang, lilin rumahmu masih cukup untuk itu.”

Gubernur yang lain juga menulis surat pada Umar meminta tambahan alat-alat tulis seperti pena dan kertas. Lalu, apa jawaban sang Khalifah?

BACA JUGA: Pengangkatan Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Ia menegaskan, “Jika surat ini sampai kepadamu, hemat-hematlah menggunakan pena yang ada, ringkaslah dalam menulis dan rangkumlah kebutuhan-kebutuhan dalam satu kertas. Tidak ada gunanya bagi kaum muslim banyak bicara yang menyebabkan kerugian Baitul Mal mereka.”

Masalahnya adalah bukan saja pada banyak atau sedikitnya pena, lilin, dan kertas, karena tidak ada negara yang tidak bisa membeli banyak pena, lilin, dan kertas. Adapun masalahnya adalah yang menyangkut tentang kesadaran seorang pejabat yang suci atas kedudukan harta ini, yaitu menjauhi sifat berlebih-lebihan, yang merupakan bentuk loyalitas tanggung jawab untuk menjaga dan mengaturnya.

Dengan pedoman tersebut, segala bentuk berlebih-lebihan dalam penggunaannya merupakan sesuatu yang harus dijauhi walaupun hanya sedikit. Berlebih-lebihan yang tecermin dalam penggunaan lilin atau pena hari ini, akan tercermin dalam hal yang lebih besar lagi esok hari jika dianggap remeh. []

Sumber: The Great of Two Umar/ Penulis: Fuad Abdurrahman/ Penerbit: Zaman, 2016

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Kenapa Kau Ada di Ka’bah?

Dari Sufyanbin Uyainah, ia berkata, “Hisyam bin Abdul Malik masuk ke dalam Ka’bah dan ternyata di dalamnya ada Salim bin Abdullah bin Umar bin Khaththab.

you're currently offline