Foto:smallbiztrends.com

Turunnya Surah Al-Mumtahanah Ayat 10

Ummu Hakam binti Abu Sufyan masuk Islam pada saat penaklukan kota Makkah. Ummu Hakam memeluk Islam dengan baik bersama bapaknya, Abu Sufyan, dan ibunya, Hindun binti ‘Atabah. Ummu Hakam adalah istri seorang sahabat terkenal, Iyadh bin Ghanam al-Fahri.

BACA JUGA: Tekad Abu Sufyan untuk Masuk ke Tempat Rasulullah

Akan tetapi ‘Iyadh menceraikannya ketika Ummu Hakam tidak mau masuk Islam sebelum penaklukan kota Makkah.

Sebab, Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. Al-Mumtanhah: 10)

Setelah dicerai oleh ‘Iyadh, Ummul Hakam menikah dengan Abdullah bin Usaman bin Rabi’ah ats-Tsaqafi dan dikaruniai seorang anak bernama ‘Abdurrahman.

BACA JUGA: Taubatnya Wanita Pemakan Hati Paman Nabi

Pada masa Mu’awiyah bin Abu Sufyan, anaknya, Abdur-rahman, diberikan kepercayaan untuk memimpin kota Kufah. Abdurrahman tidak terlalu pintar, dan dia dizalimi oleh Ahli Kufah. Pamannya, Mu’awiyah, mendengar perihal tersebut. Diriwayatkan dalam buku-buku sirah dan sejarah, bahwa karena hal tersebut Mu’awiyah memecat Abdurrahman dan tidak lagi menjadikannya pemimpin Kufah. []

Sumber: 99 Kisah Teladan Sahabat Perempuan Rasulullah/Penulis: Manshur Abdul Hakim,2006

About Dini Koswarini

Check Also

Siapakah Pebisnis yang Beriman Itu?

Dan bagi Rasulullah, Khadijah lebih dari sekedar istri. Ia adalah teman sekaligus pembela.

you're currently offline