Foto: vietq

Tatkala Para Sahabat Tidak Mematuhi Perintah Rasulullah

Suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memasuki kemah istrinya, Ummu Salamah, dengan tampak sedikit duka di wajahnya.Dengan raut muka diliputi kesedihan, beliau menceritakan kegelisahannya, yang tiada lain ternyata para sahabat yang mengacuhkan perintah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukan tahalul (memotong rambut), menyembelih unta dan pulang ke Madinah.

BACA JUGA: Mengapa Umar Menolak Perintah Rasulullah?

Keadaan seperti itu terjadi selepas Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menerima Perjanjian Hudaibiyah, yang menurut mereka merugikan Kaum Muslim.

Lalu beliau pun berkata dihadapan Ummu Salamah, “Akan binasakah umatku ini?”

Setelah mengetahui akar masalahnya, Ummu Salamah berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila kau ingin sahabatmu menjalankan semua yang engkau perintahkan maka keluarlah dan jangan katakan apa-apa. Lakukanlah tahalul, dan sembelih untamu!”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun menerima usul istrinya. Beliau keluar dari kemahnya, dengan tidak berbicara walau sepatah kata pun, lalu bertahalul, menyembelih untanya, dan mencukur rambutnya. Menyaksikan pimpinan mereka melakukan semua itu, para sahabat pun mengikutinya dengan lapang dada.

BACA JUGA: Perintah Rasulullah untuk Selalu Berbuat Adil pada Anak

Hingga akhirnya sejarah membuktikan bahwa Perjanjian Hudaibiyah itu memberi banyak keuntungan kepada kaum Muslim. Ini menunjukkan betapa jauh visi politik Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ketika mengambil keputusan yang diragukan para sahabat. []

Sumber: Pahala itu mudah /Karya: Siti Nurhayati dkk/Penerbit: Republika/2005

About Dini Koswarini

Check Also

Karena ini Rasulullah Menangis

Akhirnya mereka menunjuk Khalid bin Al-Walid. Yang mana setelah mengambil bendera, dia bertempur dengan hebat dan gagah berani.

you're currently offline