Foto: Kompasiana

Tatkala Hasan dan Husain Tidur di Bawah Naungan Sayap Malaikat

Ummul Mukminin, Aisyah r.a. menuturkan, “Tidak pernah aku melihat seorang pun yang paling mirip keadaannya dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam cara berdiri dan cara duduknya seperti Fatimah, putri beliau. Bila ia datang, Rasulullah segera berdiri menyambutnya, menciumnya, dan mendudukkannya di tempat duduknya.”

Begitu sering Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mencium Fatimah sehingga Aisyah r.a. pernah menegurnya. Namun, Rasulullah yang mulia menjawab, “Wahai Aisyah, kalau aku merindukan surga, aku akan mencium Fatimah.”

Bahkan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengungkapkan kecintaannya kepada putrinya di hadapan para sahabatnya.

BACA JUGA: Gaun Pengantin Fatimah Azzahra

Beliau sering berujar, “Sesungguhnya Fatimah adalah belahan jiwaku. Siapa pun menyakitinya, berarti ia menyakitiku. Siapa pun membuatnya marah, berarti ia membuatku marah.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga sangat mencintai cucu kesayangannya, Al-Hasan dan Al-Husain.

lbn Abbas r.a. bercerita, “Suatu hari, ketika kami berkumpul bersama Rasulullah, Fatimah datang sambil menangis. Tentu saja, Rasulullah kaget dan bertanya, ‘Biarlah Ayahmu ini menjadi tebusanmu, mengapa engkau menangis Putriku?’

Fatimah menjawab, ‘Al-Hasan dan Al-Husain pergi keluar rumah dan aku tidak tahu di mana mereka saat ini.’

Rasulullah berkata, ‘Jangan menangis, karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada engkau dan aku.’

Jibril pun turun dan berkata, ‘Wahai Muhammad, jangan berduka. Mereka ada di perkampungan Bani Najjar. Keduanya tertidur. Allah telah mengutus malaikat untuk menjaganya.’

Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam beserta beberapa sahabat berangkat menuju perkampungan Bani Najjar. Mereka mendapati keduanya tidur berpelukan dan malaikat menaungi mereka dengan kedua sayapnya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengambil mereka dan memeluknya hingga mereka terbangun. Beliau meletakkan Al-Hasan di bahu kanannya dan Al-Husain di bahu kirinya.

Abu Bakar yang melihatnya berkata, ‘Wahai Rasulullah, berikan salah seorang anak itu untuk kugendong.’

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Alangkah indahnya kendaraan mereka dan alangkah indahnya para penunggangnya.’

Tiba di masjid, beliau berdiri dengan Al-Hasan dan Al-Husain masih berada di kedua bahunya. Kemudian beliau berkata, ‘Wahai Muslim, maukah kutunjukkan kepada kalian orang yang paling baik, kakek dan neneknya?’

BACA JUGA: Menguji Budi Pekerti Hasan bin Ali

Mereka menjawab, ‘Tentu saja, wahai Rasulullah.’

Beliau bersabda, ‘Al-Hasan dan Al-Husain. Kakek mereka Rasulullah, penutup para rasul, dan nenek mereka Khadijah binti Khuwailid, penghulu wanita ahli surga.'” []

Sumber: 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah Saw./Karya: Fuad Abdurahman/Penerbit: Noura Books/2015

About Dini Koswarini

Check Also

Karena ini Rasulullah Menangis

Akhirnya mereka menunjuk Khalid bin Al-Walid. Yang mana setelah mengambil bendera, dia bertempur dengan hebat dan gagah berani.

you're currently offline