Picture: Jalan Damai

Tangisan Rasulullah

Setiap orang pasti pernah menangis, baik kaum pria maupun wanita. Akan tetapi tahukah Anda, mengapa dan karena siapa mereka menangis? Rasulullah juga menangis, padahal dunia berada dalam genggamannya jika beliau menghendaki. Dan surga ada di hadapan beliau, sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya.

Benar, beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb-Nya. Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah al-Qur’an.

Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani serta dari ma’rifat keagungan Allah.

Suatu ketika Abdullah bin Mas’ud bertemu Rasulullah, lantas Rasulullah berkata, “Wahai Abdullah, Bacalah al-Qur’an untukku!”

Abdullah menjawab, “Apakah aku yang harus membacanya, sedangkan al-Qur’an itu diturunkan kepadamu?”

Beliau menimpali, “Aku lebih suka mendengarkannya dari orang lain.”

Lalu Abdullah bin Mas’ud mulai membaca al-Qur’an tepatnya surat an-Nisa. Hingga sampai pada ayat, ‘Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).’ (an-Nisa : 41)

Ketika sampai pada ayat tersebut Rasulullah menangis. []

Sumber: Sehari di Kediaman Rasulullah/ Penulis: Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim/ Penerbit: Darul Haq/ Juni, 2013

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline