Foto:mebinbaby.blogspot.com

Singa dari Segala Singa

Pada misi kenabiannya, Nabi Idris menerima wahyu dari Allah lewat malaikat Jibril sebanyak 30 Shahifah. Yakni 30 lembar firman-firman Allah yang harus disampaikan kepada umat manusia. Dalam dakwahnya, Nabi Idris mengajak semua manusia untuk membebaskan diri dari belenggu benda dan materi.

Seperti Nabi Idris menentang manusia yang menyembah dan mengagung-agungkan patung atau berhala. Karena, penyembahan kepada patung atau berhala dapat membelenggu keberadaan manusia yang seharusnya bebas merdeka. Selain itu, Nabi Idris juga menganjurkan kaumnya melakukan puasa sebagai latihan untuk mengendalikan hawa nafsu manusia yang tidak baik dan merusak.

Ketika berdakwah, Nabi Idris kadang juga mengalami halangan dan rintangan. Selalu saja ada manusia yang menolaknya dan tersinggung, saat Idris menyebarkan ajaran Allah dan berjuang di jalan kemanusiaan. Bahkan ada beberapa di antaranya yang mencoba melakukan kekerasan dan menganiaya Nabi Idris. Nabi Idris menghadapinya dengan sabar dan tabah.

Dalam Al-Quran, Nabi Idris digolongkan sebagai manusia yang sabar. Dia percaya bahwa Allah akan menolongnya, karena Nabi Idris telah mencoba bertindak tulus dan jujur dalam menapaki kehidupan yang rumit. Sebisa mungkin, Nabi Idris menyebarkan firman-firman Allah secara komunikatif dan damai. Akan tetapi jika ada manusia yang mencoba bertindak kasar dan aniaya, maka Nabi Idris akan membela diri.

Nabi Idris sering bertindak tegas bahkan keras terhadap orang kafir yang suka menganiaya dan bertindak zalim kepada sesama manusia. Nabi Idris adalah sosok yang gagah berani dan tangkas mengendarai kuda. Nabi Idris dan pengikutnya selalu menang dalam peperangan melawan orang-orang zalim yang memihak pada kekerasan. Saking gagah beraninya, Nabi Idris digelari banyak orang sebagai “Asadul Asad,” artinya “Singa dari segala singa.”

Nabi Idris juga terkenal di kalangan banyak orang sebagai sosok yang saleh, sabar, jujur dalam bertindak dan bertutur kata, dan tidak pernah berbohong.

Apakah Nabi Idris sukses dalam berdakwah dan menyebarkan kebenaran firman Allah?

Jika ukuran suksesnya adalah banyaknya pengikut, tentu saja tidak. Kesuksesan dalam berdakwah tentu tidak sekadar diukur dari banyaknya pengikut saja. Kesuksesan diukur dari mutu pergulatan hidup antara Nabi. Idris dengan pengikutnya. []

Sumber: Mutiara Kisah 25 Nabi dan Rasul/ Penulis: M Arief Hakim/ Penerbit: Marja, 2003

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline