Foto: BarisMelemez - DeviantArt

Si Putih Keriting Pemimpin Bani Salamah (Bagian 2 Habis)

Sekarang datanglah saatnya perang Uhud. Dimana kedua pasukan bertemu. Amr ibnul Jamuh dank e empat putranya maju ke depan menebaskan pedangnya kepada tentara penyebar kesesatan dan pasukan Syirik.

Ditengah-tengah pertarungan yang hiruk pikuk itu, Amr melompat dan berjingkat, dan sekali lompat pedangnya menyambar musuh yang terus berjatuhan. Ia tak henti-hentinya melepaskan pukulan pedangnya ke kanan serta ke kiri, sambil menengok ke sekelilingnya, seolah-olah mengharapkan kedatangan Malaikat dengan secepatnya yang akan menemaninya dan mengawalnya masuk surga.

BACA JUGA: si Putih Keriting Pemimpin Bani Salamah (Bagian 1)

Dan apa yang ditunggu-tunggunya itu datang pula, dengan tiba-tiba pukulan pedang berkelebat. Memaklumkan datangnya saat keberangkatan, yakni keberangkatan seorang syahid yang mulia menuju syurga jannatul khuldi, surge firdaus yang abadi.

Dan tatkala Kaum Muslimin memakamkan para Syuhada mereka, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengeluarkan perintah, “Perhatikan, tanamlah jasad Abdullah bin Amr dan Amr ibnul Jamuh di makam yang satu, karena selagi hidup mereka adalah dua orang shahabat yang setia dan saling menyayangi!”

Setelah berlalu masa selama 46 tahun di pemakaman dan penyatuan mereka, datanglah banjir besar yang melanda tanah pekuburan, disebabkan digalinya sebuah mata air yang dialirkan Muawiyah melalui tempat itu. Kaum Muslimin pun segera memindahkan kerangka para syuhada.

Ketika itu Jabir bin Abdullah masih hidup. Maka, bersama keluarga besarnya ia pergi memindahkan kerangka bapaknya Abdullah bin Amr bin Haram dan bapak kecilnya, Amr ibnul Jamuh. Kiranya mereka dapati kedua mereka dalam kubur seolah-olah tidur nyenyak. Tak sedikit pun tubuh mereka layaknya orang yang dikubur dalam tanah.

BACA JUGA: Ini yang Terjadi Tatkala Keempat Putranya Gugur sebagai Syuhada

Bahkan belum hilang senyuman manis dari kedua bibir yang memperlihatkan keridhaan dan bangga yang telah terlukis semenjak mereka dipanggil untuk menemui Allah SWT, dulu. []

Sumber: Karakteristik Perihidup Enampuluh Sahabat Rasulullah/Karya: Khalid Muh Khalid/Penerbit: Cv Penerbit Diponegoro Bandung/2006

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline