Foto: freepik

Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Qs Al-Baqarah 45-46)

BACA JUGA: Shalat yang Paling Berat bagi Orang Munafik

Hudzaifah, sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kebiasaan Nabi apabila menghadapi kesukaran, segera melaksanakan shalat.” (HR Iman Ahmad dan Abu Dawud).

Hudzaifah bin Yaman berkata,”Ketika saya kembali kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pada malam Perang Ahzab (Khandak), Nabi sedang berkemul sambil shalat. Dan kebiasaan Nabi apabila menghadapi kesukaran, beliau shalat.” (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Sungguh, Allah menjadIkan shalat sebagai tempat berlabuhnya hati, hiburan untuk seorang hamba, pendldlkan Jiwa agar menjadl jiwa yang besar.

Pada ‘Amul Huzn (tahun berduka untuk Rasul Saw.) ketika paman, Abu Thalib, dan Istri beliau, Khadijah r.a., meninggal, kesedihan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  dihibur Allah dengan Isra’ Mi’raj.

Isra’ Mi’raj intinya adalah perintah shalat lima waktu. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan umatnya melalui masa-masa berat dengan shalat, dimulai dari momen Isra Mi’raj.

BACA JUGA: Rasululah di Langit ke-7 dalam Peristiwa Isra Mi’raj (Bagian 1)

Dengan sarana shalat, Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan Islam pada Perang Salib, mendidik para prajuritnya untuk memiliki kekuatan. Beliau tidak akan memulai penyerangan ke benteng-benteng pertahanan lawan, apabila masih ada pasukannya yang tidak melaksanakan shalat Tahajud pada malam harinya. []

Sumber: 99 Fakta Menakjubkan dalam Al-Quran/Karya: Gayatri Ida Susanti/Penerbit: Mizania/2015

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline