Foto: good-stuff.info

Shalahuddin dan Bayi Rampasan

Dalam sejarah dan peradaban Islam, banyak pemimpin yang dilukiskan sebagai teladan. Mulai dari Nabi Muhammad hingga pemimpin-pemimpin kontemporer kini. Satu dari sekian banyak teladan dari figur pemimpin tersebut adalah Shalahuddin Al-Ayyubi.

BACA JUGA: Sang Dokter Shalahuddin Al-Ayyubi

Shalahuddin adalah penguasa sekaligus panglima kaum Muslimin yang terkenal lemah lembut. Dalam peperangan melawan pasukan Salib, sebagai taktik, tentara muslimin seringkali menyelinap ke tentara musuh pada malam hari, membunuh, menawan dan menculik mereka.

Di antara prajurit ada yang menculik bayi yang tengah menyusui, dengan cara merampasnya saat sang bayi masih di belaian ibunya.

Dengan perasaan sedih, sang ibu pun mengadukan kejadian tersebut kepada penguasa-penguasa salib. Mereka tak bisa berbuat apapun untuk mengembalikan sang bayi, kecuali hanya memberikan anjuran agar sang ibu menemui panglima Shalahuddin yang terkenal lemah lembut.

Sang ibu pun menemui Shalahuddin dengan mengharapkan belas kasihan serta tersedu-sedu menangis. Sambil mendengar cerita sang ibu, Shalahuddin ikut menangis.

Shalahuddin memerintahkan agar sang bayi segera dicari. Ternyata sang bayi telah dijual. Tanpa banyak proses lagi, Shalahuddin pun menyerahkan uang untuk dibayarkan kepada pembeli bayi tersebut. Dia tetap berdiri menanti sampai sang bayi diserahkan kepada ibu kandungnya.

BACA JUGA: Wafatnya Shalahuddin Al-Ayyubi

Setelah beres, sang ibu dan bayinya pun dinaikkan ke atas kuda, lalu diantarkan kepada kaumnya dengan terhormat dan kawalan. []

Referensi: Hikmah dalam Kisah, Humor dan Pepatah/Karya Abdulaziz Salim Basyarahil

About عبد الله

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline