Foto: paperlief

Selamat Datang Hai Maut

Mu’adz bin Jabal merupakan salah satu sahabat nabi yang pendiam. Sikap yang ia tunjukkan ini disebabkan oleh aktivitas renungan dan pemikirannya yang selalu bergolak dan tak pernah usai dalam jiwanya.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang pernah diungkapkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Tiada satu langkah pun yang ia lakukan, lalu timbul sangkaan bahwa ia akan mengikutinya dengan langkah berikutnya.”

BACA JUGA: Umar Tertawa Mendengar Penjelasan Mu’adz

Semua itu karena ia sudah jauh tenggelam dalam zikir kepada Allah dan kesibukannya dalam meneliti jiwanya.

Mu’adz selalu menyerahkan seluruh jiwa raga dan nasibnya kepada Allah sehingga tidak ada satu pun yang terlihat olehnya selain-Nya. Hal itu juga yang ia lakukan saat sakaratul maut menjemputnya.

Pada saat sakaratul maut, dari alam bawah sadarnya tampaklah baginya segala yang bernyawa. Saat itulah mengucapkan kata-kata yang menampilkan dirinya sebagai seorang mukmin yang agung.

Sambil menatap lurus ke langit, ia bermunajat kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya selama ini aku merasa takut kepada-Mu, tetapi hari ini aku amat berharap kepada-Mu. Ya Allah, Engkau mengetahui, aku tidaklah mencintai dunia untuk mengalirkan air sungai atau menanam pepohonan, tapi hanyalah untuk berteduh saat terik membakar, hanya untuk menguatkan di saat-saat yang gawat, hanya untuk menambah ilmu, keimanan, dan ketaatan.”

BACA JUGA: Tatkala Malaikat Maut menjumpai Manusia

Lalu ia mengulurkan tangan kanannya seolah hendak bersalaman dengan maut.

Sesaat sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri, ia berkata, “Selamat datang, hai Maut. kekasih datang pada orang yang haus akan diri-Nya.” Seketika Mu’adz pun berangkat menghadap Allah. []

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah/ Karya: Khalid Muhammad Khalid/Penerbit : CV Diponegoro Bandung/2006

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline