Foto: Pngtree

Selama Ruh Mereka Ada di Dalam Jasad Mereka

Dalam wasiatnya, Imam Ahmad bin Hanbal menulis:

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. ini adalah wasiat Ahmad bin Muhammad bin Hanbal. Tiada tuhan selain Allah. Dialah yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Rasulullah Saw. diutus dengan membawa hidayah dan agama yang hak, untuk menunjukkan ketinggiannya di atas semua agama, meskipun dibenci oleh orang-orang musyrik. Kepada seluruh keluarga dan kerabat, aku berpesan agar menaati Rasulullah Saw. Hendaklah kalian semua beribadah kepada Allah dengan ibadah sebagaimana para ahli ibadah’. Pujilah Dia Swt. sebagaimana para ahli ibadah memuji-Nya. Dan, hendaklah saling nasihat-menasihati sesama kaum Muslimin. Aku ridha Islam sebagai agamaku dan Muhammad Saw. sebagai nabiku. Aku berwasiat kepada Abdullah untuk menginfakkan sebanyak lima puluh dinar dari uang yang terbungkus di sapu tanganku.”

BACA JUGA: Ketika Jenazah Imam Ahmad bin Hambal Hendak Dimakamkan

Menjelang ajal tiba, Abdullah bin Ahmad maupun Shalih bin Ahmad, kedua putra Imam Ahmad bin Hanbal itu, sama-sama memberikan kesaksian tentang detik-detik terakhir kehidupan Imam Ahmad bin Hanbal.

Kala ayahku dalam keadaan sakaratul maut, dia sering mengucapkan, “Tidak akan! Tidak akan!”

Kedua putra sang imam bertanya, “Wahai ayah, apa maksud dari perkataan yang selalu engkau ucapkan ini?”

Dia menjawab, “Wahai anakku, sesungguhnya iblis berdiri di pojok rumah ini. Dia sedang mengigit jarinya seraya berkata, ‘Apakah engkau akan terkecoh olehku, wahai Ahnnad?’

Maka, aku berkata, ‘Tidak akan! ‘Tidak akan!'”

Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadis, bahwasanya iblis berkata, “Wahai Rabb, demi kemuliaan-Mu dan keagungan-Mu, aku akan selalu mengecoh dan menyesatkan mereka selama ruh mereka ada di dalam jasad mereka.”

Allah Swt berfirman, “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku. Aku akan selalu mengampuni mereka, selama mereka memohon ampun kepadaku.”

BACA JUGA: Ceritakan kepadaku tentang Ahmad bin Hanbal (Bagian 1)

Ahmad bin Hanbal wafat pada Jumat pagi. Tak lama setelah kabar duka tersiar, berbondong-bondong umat manusia melayatnya. Seketika jalanan menjadi sempit dijejali iring-iringan para pelayat dari berbagai penjuru. Serombongan utusan para pengawal Muhammad bin Thahir turut melayat. []

Sumber: Wafat Saat Shalat /Karya: Mahmud bin Abul Malik Al-Zugbi/Penerbit: PT Mizan Publika/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline