Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sekilas Kisah Putera Nabi dari Mariah Qibtiyah

112

Imam Al-Baladziri berkata, “Sebenarnya, ibunda Mariyah adalah keturunan bangsa Romawi. Mariyah mewarisi kecantikan ibunya sehingga memiliki kulit yang putih, berparas cantik, berpengetahuan luas, dan berambut ikal.”

BACA JUGA: Benarkah Rasulullah Hanya Menikahi Janda Tua yang Tak Berdaya?

Istri-istri Nabi yang lain sangat cemburu atas kehadiran orang Mesir yang cantik itu, sehingga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam harus menitipkan Mariyah di rumah Haritsah bin Nu’man yang terletak di sebelah rnasjid. Mariyah tidak dikategorikan sebagai istri dalam beberapa sumber paling awal, seperti dalam catatan Ibnu Hisyam dalam Sirah Ibnu Ishaq.

Tidak banyak diketahui bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memiliki anak dari istrinya yang lain selain Khadijah. Beliau memiliki anak dari Mariah Qibtiyah yang diberinama Ibrahim.

Pada awal tahun ketujuh hijrah telah datang Hathtib bin Abi Balta’ah dari Mesir. Ia datang membawa surat balasan dan sejumlah hadiah dari Muqauqis sebagai pemimpin Iskandariah, tetapi ia juga membawa dua budak wanita yaitu Mariah Qibtiyah dan Sirin.

Terbetik rasa iba di hati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melihat dua wanita itu. Sebagai penghormatannya, keduanya kemudian dinikahi. Sirin dinikahi oleh Hasan bin Tsabit sedangkan Mariah Qibtiyah dinikahi oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Wahai Ibrahim, Tak Ada Apapun dari Allah yang Bisa Mencukupi selain Dirimu

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sangat perhatian terhadap Mariah, terutama karena Mariah ini masih asing dengan Madinah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membangunkan rumah untuk Mariah di perkebunan kurma di dataran tinggi Madinah.

Read More

Empat Peristiwa Penting hingga Masa Pengutusan

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam begitu senang ketika mengetahui bahwa Mariah hamil. Setelah lahir anak tersebut diberinama Ibrahim.

Pada hari ketujuh kelahiran, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mencukur Ibrahim dan mensedekahkan perak seberat timbangan rambut tersebut. Rambut tersebut kemudian dikubur di tanah. Pada hari itu pula nama Ibrahim diberikan.

Tiada hari tanpa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menemui Ibrahim di sisi ibunya, meski terkadang sebentar, sekedar untuk menumpahkan rindu dan cinta. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menimang-nimangnya dan menciumnya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memperliahatkan Ibrahim kepada semua istrinya. Rasulullah berharap Ibrahim tumbuh sehat dan kuat.

Dari Anas bin Malik, “Ibrahim tinggal di dataran tinggi Madinah. Rasulullah sering kesana, dan kami ikut. Beliau masuk ke rumah. Wanita yang menyusuinya adalah istri seorang pandai besi. Rasulullah akan pulang setelah puas menimang Ibrahim.” (HR. Muslim)

BACA JUGA: Tatkala Kabar dari Langit Telah Terputus

Tetapi kebhagiaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Ibrahim tidak berlangsung lama. Pada usia satu setengah tahun, ketika Ibrahim mulai tumbuh kuat, Ibrahim meninggal dunia. Kepergian Ibrahim membuat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedih dan menangis karena begitu sayangnya Rasulullah terhadap Ibrahim. []

Sumber: Sahabat-Sahabat Cilik Rasulullah/ Penulis: Nizar Abazhah/ Penerbit: Zaman/ 2011

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More