Foto: Freepik

Sejarah Nama Palestina

Palestina, sebuah nama yang paling mengiang di telinga kaum Muslim di dunia. Bukan tragedi dan perkecamukan yang kelak dibahas. Namun, sejarah nama.

BACA JUGA: Tatkala Salahudin Al-Ayubi Taklukan Palestina

Semuanya punya sejarah, tragedi dan kisah. Nama adalah simbol dari suatu wujud, alat pengenal pertama sebelum mendalami esensi dan substansi hakikinya kelak.

Nama Palestina merujuk kepada bangsa-bangsa lain yang datang dari pulau-pulau lautan teduh, khususnya dari pulau Krita, sebuah pulau yang ternama saat itu.

Saat itu, penduduk pulau ini tertimpa kelaparan atau situasi-situasi tertentu yang memaksa mereka menyerang kawasan-kawasan pesisir Syam dan Mesir. Mereka pertama kali dihadang raja Ramses III dalam perang Lozen yang terjadi di Mesir. Sang Ramses tidak menginginkan mereka berdomisili di Mesir.

Setelah melalui serangkaian tarik-ulur, akhinya disepakati mereka harus angkat kaki menuju Palestina. Raja Ramses memerintahkan mereka menempati kawasan selatan Palestina di kawasaan-kawasan yang disebut Palast.

BACA JUGA: Kisah Singkat Kedua Kakek Rasulullah

Buku buku sejarah dan kitab-kitab suci menyebut nama kawasan ini dengan Palast. Karena itulah penduduk kawasan ini dinisbatkan kepada Palast, mereka disebut orang-orang Palast. Dari sinilah nama Palestina berasal.

Seiring perjalanan waktu, nama ini berubah menjadi Palestina, Bangsa bangsa ini kemudian bertetangga dengan orang-orang Kan’an dan Yabisi (Yebus), penduduk asli kawasan setempat.

Karena itulah nasab dan bahasa mereka kemudian membaur dan melebur bersama bangsa asli yang lebih banyak jumlahnya dan lebih maju di bidang peradaban.

BACA JUGA: Salman al-Farisi, sang Penjelajah Ilmu

Seiring perjalanan waktu, akhirnya orang-orang Yebus melebur bersama orang-orang Kan’an, lalu setelah itu jejak mereka hilang dalam sejarah. Hingga yang tersisa hanya nama dan sejarah, Palestina sekarang dan semua dinamikanya. []

Sumber: Ensiklopedi Palestina: Pembahasan Lengkap Seputar Sejarah Palestina Sejak Sebelum Islam Hingga Abad Modern/Dr. Thariq As Suwaidan/ Penerbit Zamzam

About عبد الله

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline