Foto:parishes.wau.org

Saudara Mana yang Akan Kalian Pilih?

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Qs. Ali Imran [3] ayat 185)

Rasulullah pernah bercerita kepada para sahabat, “Perumpamaan hubunganmu dengan keluarga, harta, dan amalmu adalah seumpama hubunganmu dengan dua orang saudaramu. Saudaramu yang pertama adalah hartamu, yang kedua adalah keluargamu, dan yang ketiga adalah amalmu.

Ketika engkau sakit, maka engkau bertanya pada saudaramu yang pertama, “Bagaimana pelayananmu terhadapku yang telah sakit begini?”

Maka ia berkata, “Aku akan membiayai pengobatanmu, membayar dokter yang mengobatimu. Tetapi jika kau mati, aku akan berpindah ke tangan orang lain.”

Lalu ia bertanya pada saudaranya yang kedua, ” Bagaimana pelayananmu terhadapku yang telah sakit begini?”

Saudaranya yang kedua berkata, “Aku akan terus berusaha menemanimu di rumah sakit serta merawatmu selama kamu masih hidup. Jika engkau mati, aku akan memandikanmu, mengkafani, menyalati, lalu mengantarkan jenazahmu hingga ke atas pekuburan. Setelah itu aku akan pulang dan tidak dapat menemanimu lagi.”

Setelah ditanya dengan pertanyaan yang sama, saudaranya yang ketiga menjawab, “Selama engkau masih hidup aku tetap menjaga dan menemanimu, ketika engkau mati aku akan meringankan rasa kesakitanmu, tatkala dicabut nyawa, dan setelah engkau dikuburkan aku pun terus mengikuti dan menemanimu di alam kubur untuk membantumu menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir.Bahkan sampai ke akhirat pun aku akan tetap bersamamu untuk memberatkan timbangan amal kebaikanmu.”

Kemudiaun Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Kini saudara yang mana yang akan kalian pilih?”

Serentak para sahabat menyahut, “Tentu kami lebih memilih saudara yang ketiga, karena ia sangat berguna bagi kami, sedangkan yang pertama dan kedua tidak begitu bermanfaat.”

Jelaslah bahwa amal perbuatan kitalah yang akan terus menemani kita sampai ke alam akhirat. Barangsiapa ketika di dunianya telah mengusahakan iman dan amal shalih, niscaya Allah akan menyelamatkannya di alam kubur, alam mahsyar, dan menyelamatkannya dari neraka serta memasukkannya ke dalam surga.

Sebaliknya, barangsiapa terlena dengan kenikmatan duniawi hingga lalai dari mengusahakan iman dan amal shalih, niscaya kebinasaan dan penderitaanlah yang akan dialaminya. []

Sumber: Mudzakarah Iman dan Amal Shaleh/ Penulis:Ust. Musthafa Sayani /Penerbit: Pustaka Ramadhan

About Dini Koswarini

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline