Salah Satu Matanya di Jalan Surga

Dalam salah satu wasiat emasnya, Ibn Al-Jauzi menyatakan, “Hati-hati dengan jiwamu. Tidak ada bencana yang menimpamu, kecuali karenanya, janganlah kau berdamai dengannya. Demi Allah, tidak akan mulia orang yang tidak menghinakannya, tidak akan berkuasa orang yang tidak menundukkannya, tidak akan menguasainya orang yang tidak mematahkannya, tidak akan beristirahat orang yang tidak melelahkannya, tidak akan merasa aman orang yang tidak menakut-nakutinya, dan tidak akan gembira orang yang tidak membuatnya bersedih.”

BACA JUGA: Ini yang akan Menarik Tangan Orang Mukmin Menuju Surga

Karena itu, bagi sahabat yang mulia Abu Sufyan ibn Harb r.a., kehilangan salah satu matanya di jalan surga adalah hal yang sangat remeh. Ia ikut berperang bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam Perang Thaif, saat itulah matanya terkena lemparan tombak. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata kepadanya, saat beliau melihat tangan Abu Sufyan memegang matanya sendiri, “Mana yang lebih engkau cintai? Mata di surga, atau aku berdoa kepada Allah agar matamu dikembalikan kepadamu?”

Abu Sufyan menjawab, “Mata di surga lebih aku cintai!”

BACA JUGA: dengan Usia yang Masih Belia, Ia Mendapat Karunia Kesyahidan

Bahkan tidak cukup sampai di situ, pada saat Perang Yarmuk, ia kembali kehilangan satu matanya!

Sumber: Dekati Surga, Jauhi Neraka: Amal-Amal Calon Penghuni Surga/Karya: Khalid Abu Syady/Penerbit: Mizania/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline