Foto:creativemarket.com

Sakaratul Maut dan Kematian Mukmin

Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat, turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari. Mereka membawa kafan dan parfum dari surga. Mereka duduk di samping calon mayat sejauh mata memandang.

Allah SWT berfirman, “Dan datanglah sakoratul maut dengan sebenar-benarnya. ltulah yang dahulu hendak kamu hindari,”  (Qs Qaf : 19)

Diriwayatkan bahwa para malaikat lnl mulai mencabut nyawa dari kaki sampai ke lututnya, kemudian diteruskan oleh para malaikat lainnya sampai ke perut, kemudian diteruskan lagi oleh para malaikat lainnya sampai ke kerongkongan, kemudian datanglah Malaikat maut dan duduklah di samping kepala calon mayat seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik, wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah.”

Maka keluarlah rohnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air. Malaikat maut-pun mengambilnya. Setelah Malaikat mengambil ruh itu, maka segera dimasukkan dalam kafan dan parfum yang dari surga tersebut. Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi di muka bumi ini.

Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat di antara langit dan bumi menshalatkannya, demikian pula semua Malaikat yang di langit. Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya. Para Malaikat mernbawa ruh itu naik ke langit, dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya, “Ruh siapa yang wangi ini?”

Para Malaikat yang membawanya menjawab “Ini rohnya Fulan bin Fulan,” sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia.

Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia, Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta. Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta dibukakan pintunva. Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu, kemudian sernua mialaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh.

Lalu Allah berfirman, “Dan tahukah engkau apakah ‘Illiyyin itu? (Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal), yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).” (QS. Al-Muthaffifin: 19-21)

Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin. Kemudian dikatakan, “Kembalikanlah ia ke bumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain.” Roh itu pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya. []

Sumber: Mengenal Ekstensi Malaikat /Penulis: Anno D Sanjari / Penerbit: Sagita Publishing, 2011

About Dini Koswarini

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline