Foto: Vecteezy

Saat Umar Menghakimi

Khalifah  Umar memutuskan bahwa para pelanggar moral harus ditangani secara serius. Dan memang benar, banyak orang yang secara diam-diam membenci penerapan hukum yang ketat di dalam kehidupan seharihari.

BACA JUGA: Kisah Hakim Ilyas bin Muawiyah, Khilal yang Tertutup Uban

Suatu hari sebuah pengaduan sampai ke khalifah, bahwa putranya Abu Syahmah terlibat dalam minuman keras.

Orang-orang yang pernah mendapat hukuman berat dari Umar, kini mereka berkomentar, “Kali ini kita akan melihat bagaimana Umar menangani kasus anaknya sendiri.”

Rupanya dugaan mereka meleset jauh mereka ternyata Umar langsung turun tangan menangani kasus ini. la beralasan, “Orang lain mungkin merasa belas kasihan kepada anakku; aku harus menanganinya sendiri.”

Keterlibatan sang anak dalam minuman keras ternyata terbukti di pengadilan. Menurut hukum yang berlaku, terdakwa harus didera cambuk sebanyak delapan puluh kali.

Dalam melaksanakan hukuman ini, Umar tidak mau bergantung kepada orang lain; karena dia bisa saja merasa iba. Namun khalifah Umar sendiri yang mengeksekusi anaknya dengan delapan puluh cambukan.

BACA JUGA: Siapakah Lukman al-Hakim?

Umar mencambuk anaknya hingga luka-luka. Tetapi Umar bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kekuatan untuk menegakkan kebenaran dalam situasi yang sulit seperti itu. []

Sumber: Faruk Charit (N. A. Choudhury)

About عبد الله

Check Also

Sekelumit Baju Besi Ali

Merekahlah senyum Ali, namun ia tak memiliki bukti atas pengakuan tergugatnya itu.

you're currently offline