Foto: Pinterest

Saat Shafwan bin Umayyah Melarikan Diri dari Rasulullah

Suatu hari, Shafwan bin Umayyah pergi ke Juddah karena ingin pergi ke Yaman. Saat itu, Umair bin Wahb menemui Rasulullah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Shafwan bin Umayyah merupakan pemimpin kaumnya. Saat ini ia melarikan diri darimu dan hendak melemparkan dirinya ke laut, maka berilah dia jaminan keamanan, mudah mudahan Allah menganugrahkan shalawat dan salam atasmu.

Rasulullah bersabda, “Ia mendapat jaminan keamanan.”

Umair bin Wahb berkata, “Wahai Rasulullah, dapatkan engkau memberiku bukti tentang jaminan keamanan untuknya.”

Maka Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam memberikan sorban dipakai olehnya saat memasuki Makkah kepada Umair bin Wahb. Kemudian, Umair bin Wahb pergi membawa sorban tersebut hingga bertemu Shafwan bin Umaiyyah yang saat itu hendak berlayar.

BACA JUGA: Kisah Singkat Penaklukkan Kota Mekkah

Umair bin Wahb berkata, “Hai Shafwan, ayah ibuku menjadi tebusanmu, takutlah engkau kepada Allah dan janganlah engkau bunuh diri. Inilah aku membawakan jaminan keamanan dari Rasulullah untukmu.”

Shafwan bin Umayyah berkata, “Celakalah engkau, pergilah dan jangan bicara denganku.”

Umair bin Wahb berkata, “Wahai Shafwan, Rasulullah adalah manusia paling mulia, paling baik, paling lembut, dan sekaligus anak pamanmu. Kejayaan beliau adalah kejayaanmu, kemuliaan beliau adalah kemuliaanmu, dan kerajaan beliau juga kerajaanmu.”

Shafwan bin Umayyah berkata, “Namun aku khawatir atas diriku sendiri.”

Umair bin Wab berkata, “Beliau lebih lembut dan mulia dari apa yang engkau khawatirkan.”

Akhirnya, Umair bin Wahb berhasil membawa pulang Shafwan bin Umayyah kepada Rasulullah.

Sesampainya di tempat Rasulullah, Shafwan bin Umayyah berkata kepada Rasulullah, “Umair bin Wahb mengatakan bahwa engkau telah memberi jaminan keamanan untukku.”

BACA JUGA: Rasulullah: Apabila Bangun Tidur, Shalatlah Seketika Itu Juga

Rasulullah bersabda, “Benar.”

Shafwan bin Umayyah berkata, “Beri aku waktu dua bulan untuk memilih.”

Rasulullah: ” Bahkan aku beri waktu empat bulan untukmu.” []

Sumber: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline