Foto: Vecteezy

Rupa Malaikat Maut untuk Nabi Pilihan

Nabi Adam a.s. adalah nabi yang diajak berbincang langsung dengan Allah, yang Allah ciptakan dengan Tangan-Nya sendiri, yang Dia perintahkan para malaikat-Nya untuk bersujud kepadanya, yang Dia tiupkan ruh-Nya kepadanya, dan yang Dia jadikan sebagai bapak bagi manusia.

Suatu ketika, Adam sibuk memikirkan Malaikat Maut, hingga akhirnya dia memohon kepada Allah untuk dapat melihatnya.

BACA JUGA: Apa yang Menyebabkan Nabi Adam Iri terhadap Mereka?

Ikrimah berkata, “Aku melihat dalam salah satu suhuf (Nabi) Syits, Adam a.s. berdoa, `Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku Malaikat Maut agar aku bisa melihatnya.”

Maka, Allah Swt. mewahyukan kepadanya, “Sesungguhnya ia memiliki sifat-sifat yang tidak sanggup kaulihat. Aku akan menurunkannya kepadamu dalam rupa yang hanya ia tampilkan kepada para nabi pilihan.”

Allah pun menurunkan Jibril dan Mikail kepada Adam. Malaikat Maut juga datang menemuinya dalam rupa domba jantan (kabsyun) raksasa. Dari sayapnya terbentang 400.000 sayap. Ada sayap yang melampaui seluruh langit dan bumi. Ada sayap yang melampaui bumi-bumi. Ada sayap yang melampaui Timur yang terjauh. Ada sayap yang melampaui Barat yang terjauh.

Ternyata, di depannya (domba jantan raksasa itu) ada bumi beserta segala isinya; gunung, lembah, hutan rimba, jin, bumi beserta segala isinya; gunung, lembah, hutan rimba, jin, manusia, binatang, dan lautan yang mengelilingi. Udara yang mengapung di atas bumi itu pun, di cekungan lehernya, hanya seperti biji sawi di tengah gurun pasir.

Ia juga memiliki banyak mata yang hanya terbuka di tempat-tempat (bagian-bagian) ia melihat, dan banyak sayap yang hanya terbentang di tempat-tempat ia terbentang. Juga, sayap-sayap untuk kabar gembira yang ia bentangkan bagi orang-orang pilihan.

BACA JUGA: Tatkala Malaikat Maut menjumpai Manusia

Dan, sayap-sayap bagi orang-orang kafir yang memuat banyak sula, kait besi, dan gunting. Sesaat kemudian, Adam pun jatuh pingsan seperti pingsan-nya pada peristiwa hari ketujuh. Kemudian, dia siuman seolah-olah keringatnya mengandung minyak zafaran. []

Sumber: Dialog Malaikat Maut dengan Para Nabi a.s./Karya: Dr. Mustofa Murod/Penerbit: Noura books/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline