Refleksi – Jalan Sirah http://www.jalansirah.com Meniti Jalan Nabi Wed, 22 Aug 2018 23:39:25 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.5.1 Empat Rakaat di Awal Hari http://www.jalansirah.com/empat-rakaat-di-awal-hari.html Thu, 23 Aug 2018 00:40:52 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18123 Mu’adz berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Apakah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sering mengerjakan shalat Dhuha?’

The post Empat Rakaat di Awal Hari appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Matahari telah meninggi, terik cahayanya pun mulai menyengat. Terik panasnya seakan membakar kulit. Waktu dhuha telah tiba. Waktu untuk bekerja dan menunaikan kebutuhan. Meskipun beban risalah begitu berat, seperti menjamu duta-duta yang datang berkunjung, memberikan ta’lim kepada para sahabat, serta menunaikan hak keluarga, namun beliau tidak pernah lupa beribadah kepada Allah Ta’ala.

BACA JUGA: Bila Tiba Waktu Shalat

Mu’adz  berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Apakah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sering mengerjakan shalat Dhuha?’

Aisyah menjawab, ‘Tentu, beliau sering mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat bahkan lebih dari itu seluang waktu yang diberikan Allah’.” (HR. Muslim)

Sholat dhuha adalah sholat awwabin, yakni sholatnya orang-orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih).

BACA JUGA: Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad) []

Sumber: Sehari di Kediaman Rasulullah/ Penulis: Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim/ Penerbit: Darul Haq/ Juni, 2013

The post Empat Rakaat di Awal Hari appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Di manakah Akhir Muara Pengharapan? http://www.jalansirah.com/18105di-manakah-akhir-muara-pengharapan.html Wed, 22 Aug 2018 06:40:54 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18105 Maka dari itu, wahai orang-orang yang merasa tengah dilanda kegelisahan akan duniawi, senantiasi diliputi kesusahan, juga beragam rintangan. Teruslah berbuat kesalihan! 

The post Di manakah Akhir Muara Pengharapan? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Orang yang paling berakal, yaitu yang senantiasa melakukan sesuatu untuk akhirat dengan keyakinan bahwa akhirat itu lebih baik dan abadi. Sementara itu, manusia paling bodoh ialah mereka yang memandang dunia ini sebagai segalanya: tempat dan tujuan akhir muara pengharapan.

Tatkala menghadapi musibah, orang-orang yang tergolong ke dalam mereka yang memandang dunia. Mereka itu yang paling mudah larut dalam penyesalan nan panjang.

BACA JUGA: Kenikmatan Melihat Allah bagi Penghuni Surga

Padahal jika mampu melihat dunia ini dengan sebenar-benarnya, tabir kesedihan itu akan luruh. Dan niscaya dapat berkomunikasi dengan jiwanya sendiri tentang masih adanya tempat tinggal yang lebih baik dibandingkan dunia.

Lalu, bilamana tujuan akhir dari perjalanan seorang manusia adalah “rumah” yang kekal abadi ini, niscaya segala akan terasa ringan, berbagai rintangan hidup tetap akan membuat mata berbinar. Sekalipun entah ada berapa beban yang dipikul seorang diri.

BACA JUGA: Dunia di Mata Nabi Isa

Maka dari itu, wahai orang-orang yang merasa tengah dilanda kegelisahan akan duniawi, senantiasi diliputi kesusahan, juga beragam rintangan. Teruslah berbuat kesalihan!

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ

Artinya: Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’d:24)

Percayalah dengan janji Allah. []

Sumber: La Tahzan/ Dr. ‘Aidh al-Qarni/ Penerbit: Qisthi Press/ 2016

 

 

The post Di manakah Akhir Muara Pengharapan? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Mengistirahatkan Diri Dengan Shalat http://www.jalansirah.com/18101mengistirahatkan-diri-dengan-shalat.html Wed, 22 Aug 2018 04:00:55 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18101 Sebaliknya, hati yang sakit, sama halnya dengan badan, hanya bisa menerima hal-hal materi yang bisa disantap saja.

The post Mengistirahatkan Diri Dengan Shalat appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Shalat berfungsi untuk membersihkan, menguatkan, melapangkan, menyegarkan, dan memberikan kenikmatan kepada hati. Pada waktu shalat, terdapat hubungan langsung antara hati dan ruh, di satu sisi, dan Allah di sisi yang lain.

Saat mendirikan shalat, ada keterikatan antara hati dan tubuh kepada Rabb. Juga menjadi obat termanjur dan makanan yang hanya bisa dikonsumsi oleh hati yang suci.

BACA JUGA: Bila Tiba Waktu Shalat

Sebaliknya, hati yang sakit, sama halnya dengan badan, hanya bisa menerima hal-hal materi yang bisa disantap saja.

Shalat merupakan jalan terbesar untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Mencegah berbagai penyakit hati. Yang akan membuat raga lebih sehat serta membuat wajah ceria tampak lebih bersinar.

BACA JUGA: Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Dengan shalat, dapat menjauhkan hal-hal yang dapat mendzhalimi diri. Shalat akan mendatangkan rahmat. []

Sumber: La Tahzan/ Dr. ‘Aidh al-Qarni/ Penerbit: Qisthi Press/ 2016

The post Mengistirahatkan Diri Dengan Shalat appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Manisnya Menggigit Iman http://www.jalansirah.com/manisnya-menggigit-iman.html Wed, 22 Aug 2018 02:40:30 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=18059 Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

The post Manisnya Menggigit Iman appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Pondasi pertama yang harus dimiliki seorang muslim ialah iman. Iman kepada Allah semata dan mengetahui-Nya dengan sebenar-benar pengetahuan.

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

BACA JUGA: Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Orang yang memiliki iman yang kuat dan keyakinan seperti ini, bila mendapati kesulitan dunia, sesulit apa pun itu, tak ubahnya riak-riak buih di atas aliran sedikit air yang akan menjebol bendungan yang amat kokoh.

Seorang beriman, tatkala dihadapkan dengan cobaan demi cobaan. Dia tak akan begitu ambil pusing, sebab iman yang telah terpatri di hatinya akan membuat dia bertahan. Bertahan dalam keadaan apa pun. Begitu manisnya jika iman telah melekat di hati, bukan?

BACA JUGA: Ayahku, Bagaimana Menyatukan Banyaknya Cinta di Hatimu?

Sebagaimana firman Allah:

“Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.” (Ar-Ra’d: 17). []

Sumber: Sirah Nabawiyah/ Karya: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar/ 2017

The post Manisnya Menggigit Iman appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Seperti Mangkuk Terbalik dan Batu Besar Halus http://www.jalansirah.com/seperti-mangkuk-terbalik-dan-batu-besar-halus.html Fri, 17 Aug 2018 06:00:09 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=17846 Sebab, hal itu akan membuat orang itu senantiasa cenderung melakukan perbuatan buruk. Juga, ia akan melakukan perbuatan buruk itu secara spontan karena memang telah terbiasa.

The post Seperti Mangkuk Terbalik dan Batu Besar Halus appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Betapa gembira hati Hudzaifah bin Al-Yaman hari itu, karena ia masih berkesempatan menghadiri pertemuan dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam hari itu dengan sejumlah sahabat beliau di Masjid Nabawi, Madinah.

BACA JUGA: Orang Jahat Melihat Dosa-dosanya seperti Lalat

Dalam pertemuan itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membahas berbagai hal dan memberi pengarahan kepada mereka tentang pengaruh buruk kebiasaan buruk yang sudah mengakar pada perilaku seseorang.

Sebab, hal itu akan membuat orang itu senantiasa cenderung melakukan perbuatan buruk. Juga, ia akan melakukan perbuatan buruk itu secara spontan karena memang telah terbiasa.

Sebaliknya, jika orang itu sudah terbiasa dengan perbuatan baik dan akhlak mulia, ia akan senantiasa siap untuk melakukan perbuatan baik dan akhlak mulia, seakan hal itu telah menjadi wataknya.

BACA JUGA: Si Pendosa yang Terus Berlari Menuju Surga

Karena itu, hari itu beliau berpesan, “Wahai sahabat-sahabatku! Berbagai dosa akan disodorkan kepada hati seperti tikar sedikit demi sedikit. Hati siapa pun yang terjerumus ke dalam dosa-dosa itu, niscaya akan diberikan padanya sebuah noda hitam. Dan hati siapa pun yang menolak dosa-dosa itu, niscaya ditorehkan akan diberikan padanya noda putih, hingga akhirnya hati tersebut menjadi dua bagian. Yang pertama putih bersih seperti batu besar yang halus. Dosa-dosa tidak akan memudaratkannya selama langit dan langit masih ada. Sedangkan hati yang satunya lagi menjadi hitam warna debu seperti mangkuk terbalik. Dia tidak mengetahui hal-hal yang merupakan kebajikan, juga tidak mengingkari hal-hal yang mungkar, kecuali yang diserap dari hawa nafsunya.”[]

Sumber: Wangi Akhlak Nabi: Kisah-Kisah Teladan Rasulullah SAW. Tentang Cinta,Persaudaraan, dan Kebaikan/Penulis :Ahmad Rofi’ Usmani/Penerbit: Mizania,2007

The post Seperti Mangkuk Terbalik dan Batu Besar Halus appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Bila Tiba Waktu Shalat http://www.jalansirah.com/bila-tiba-waktu-shalat.html Tue, 14 Aug 2018 16:45:33 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=17728 Seseorang bertanya kepada Hatim bin 'Ashim, "Bagaimana seharusnya sikap kita bila tiba waktu shalat?"

Bila Tiba Waktu Shalat

The post Bila Tiba Waktu Shalat appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Seseorang bertanya kepada Hatim bin ‘Ashim, “Bagaimana seharusnya sikap kita bila tiba waktu shalat?”

BACA JUGA: Betapa Kuatnya Shalat ‘Ubbad

Hatim menjawab, “Bila waktu shalat tiba, pergilah berwudlu, lalu ke mushalla dan duduklah beberapa menit sehingga ketenangan menghinggapi setiap organ tubuh kita.

Sesudah itu, berdirilah untuk menunaikan shalat. Bayangkan seolah-olah Baitullah ada di depanmu, shirat ada di bawah kakimu, surga berada di sebelah kananmu dan neraka di sebelah kirimu, malaikat maut berdiri di belakangmu;

BACA JUGA: Apa yang Menyebabkan Abu Bakar Dilarang Shalat di Masjid?

Pikirkan seolah-olah ini adalah shalat terakhirmu dan tetaplah berada dalam harap-harap cemas karena memikirkan apakah shalatmu diterima atau ditolak oleh Allah.” []

Sumber: Hikayat Sahabah/ karya Zakaria

The post Bila Tiba Waktu Shalat appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Berapa Harga Kerajaan Harun Ar-Rasyid? http://www.jalansirah.com/harga-kerajaan-harun-ar-rasyid.html Tue, 14 Aug 2018 14:00:47 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=17723 Saat itu, Khalifah Harun ar-Rasyid sedang berada di majelisnya. Tak lama, datanglah Ibnu as-Sammak menghadapnya.

The post Berapa Harga Kerajaan Harun Ar-Rasyid? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Saat itu, Khalifah Harun ar-Rasyid sedang berada di majelisnya. Tak lama, datanglah Ibnu as-Sammak menghadapnya.

BACA JUGA: Mengenal Khalifah Harun

Beberapa waktu kemudian, khalifah terserang dahaga dan minta diambilkan air. Segelas air kemudian dihidangkan.

Saat khalifah memegang gelas berisi minuman dan hendak meminumnya, Ibnu as-Sammak bertanya, “Amirul mukminin! Jika Anda dilarang meminum air di gelas itu, berapa besar Tuan akan menebusnya?”

Harun menjawab, “Dengan separuh kerajaanku.”

Saat khalifah telah menghabiskan air di gelas itu, lbnu as-Sammak bertanya kembali, “Bila tuan tidak bisa mengeluarkan air seni tuan dari tubuh tuan, berapa besar tuan akan menebusnya?”

“Dengan separuh dari kerajaanku.”

BACA JUGA: Pesan Allah kepada Nabi ‘Uzair

lbnu as-Sammak menimpali, “Maka dari itu, kerajaan yang harganya hanya segelas air dan air seni tidak sepantasnya diperebutkan.” []

Sumber: Tarikh al-Khulafa / Karya Imam as-Suyuti

The post Berapa Harga Kerajaan Harun Ar-Rasyid? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Apa Itu Keinsafan? http://www.jalansirah.com/apa-itu-keinsafan.html Tue, 14 Aug 2018 08:00:17 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=17710 Kita sering menemukan atau mendengar kata insaf atau keinsafan. Lalu, maksud sebenarnya seperti apa?

The post Apa Itu Keinsafan? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Kita sering menemukan atau mendengar kata insaf atau keinsafan. Lalu, maksud sebenarnya seperti apa?

BACA JUGA: Seorang Gubernur dan Wanita Buruk Rupa

Keinsafan artinya sadar akan ke-khilafan dan kekeliruan diri, serta bertekad akan memperbaiki dirinya.

Insaf ialah mengembalikan hak orang tanpa merugikan orang lain dan dengan tangan keadilan serta siasat yang utama. Insaf dan adil adalah saudara kembar.

Orang yang tidak insaf berarti kehilangan keseimbangan diri. Keinsafan menimbulkan ketinggian energi dan lepas beban serta tanggungan, dengan memperoleh kemuliaan dan menjauhi kerendahan.

Keinsafan adalah perkembangan, dan keadilan adalah pembuahan, layaknya kembang dan buah.

BACA JUGA: Ketika Para Sahabat Mengeluh dengan Ayat Allah

Oleh karena itu, dikatakan, “Wajib atas siapa saja yang dikuasa-kan Allah untuk menangani urusan negara dan hamba-hamba-Nya agar mampu menguasai dirinya, meninggalkan hawa nafsu angkara murka, menahan amarah, mengenyahkan kezaliman, mengutamakan keadilan pada saat senang atau marah, dan memenangkan hak secara sembunyi maupun terang-terangan”. []

Sumber: Hikmah dalam Humor, Kisah dan Pepatah / karya Abdulaziz Salim Basyarahil

The post Apa Itu Keinsafan? appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Karena Ini Sa’ad bin Ubadah Pelankan Suara saat Jawab Salam Rasul http://www.jalansirah.com/karena-ini-saad-bin-ubadah-pelankan-saat-jawab-salam-rasul.html Tue, 14 Aug 2018 05:46:34 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=17704 Suatu ketika, Rasulullah saw datang ke rumah Sa'ad bin Ubadah.

The post Karena Ini Sa’ad bin Ubadah Pelankan Suara saat Jawab Salam Rasul appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Suatu ketika, Rasulullah saw datang ke rumah Sa’ad bin Ubadah.

BACA JUGA: Gawatnya Persoalan setelah Rasulullah Wafat

Setibanya di rumah Sa’ad, beliau meminta izin untuk masuk sambil memberi salam, “Assalamu’alaikum Warahmatullah.”

Mendengar ada orang yang mengucapkan salam, Sa’ad lalu menjawabnya dengan suara yang lembut, “Wa’alaikumsalam warahmatullah.”

Namun, suara Iembut Sa’ad tidak terdengar oleh Rasulullah saw. Beliau lalu mengulanginya. Setelah tiga kali mengucapkan salam dan tak juga mendapat jawaban, beliau meninggalkan rumah Sa’ad.

Sa’ad segera mengejar Rasulullah saw. la lalu berkata pada beliau, “Ya Rasul, sesungguhnya saya telah mendengar salam Anda. Bahkan, saya menjawabnya dengan suara  lembut agar Anda memberi salam yang banyak. Salam adalah doa, saya ingin Anda mendoakan saya.”

BACA JUGA: Iblis: Assalamu’alaika Ya Musa

Sa’ad pun mempersilakan Rasulullah masuk. Tak lama kemudian, Sa’ad membawa kismis untuk idattgkan kepada Rasulullah SAW.  []

Sumber: 365 Kisah Teladan / karya Ariany Syurfah

The post Karena Ini Sa’ad bin Ubadah Pelankan Suara saat Jawab Salam Rasul appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Khalifah Berhadapan dengan Perampok Ahli Syair http://www.jalansirah.com/khalifah-berhadapan-dengan-perampok-ahli-syair.html Mon, 13 Aug 2018 12:00:39 +0000 https://www.jalansirah.com/?p=17663 Di era pemerintahan Muawiyah, seorang perampok kelas berat berhasil ditangkap oleh pihak keamanan negara.

The post Khalifah Berhadapan dengan Perampok Ahli Syair appeared first on Jalan Sirah.

]]>
Di era pemerintahan Muawiyah, seorang perampok kelas berat berhasil ditangkap oleh pihak keamanan negara.

BACA JUGA: Kisah Hakim Ilyas bin Muawiyah, Khilal yang Tertutup Uban

Di samping telah melakukan perampokan, sang penjahat pun melakukan tindak pidana pembunuhan. Ia kemudian diseret ke pengadilan dan dihadapkan kepada hakim.

Setelah melalui persidangan yang panjang dan hati-hati, pengadilan memutuskan bahwa sang penjahat itu bersalah dan diberi sanksi hukuman mati.

Ternyata, sang perampok memiliki keahlian dalam menggubah syair dan dia tahu betul bahwa Muawiyah merupakan penggila syair. Dia mengajukan banding kepada Muawiyah dan mengajukan pledoinya (pidato pembelaan) dalam bentuk syair.

Dalam pledoinya, sang penjaha mengungkapkan bahwa kemiskinan dan kebutuhan hidup telah membawanya ke dalam dunia hitam, membunuh dan merampok.

Karena tersentuh akan keindahan dan ratapan bait-bait syair tersebut, Muawiyah membatalkan hukuman mati dan membebaskannya pergi. Bukan hanya itu, Muawiyah pun memberinya sebuah pundi-pundi emas.

BACA JUGA: Umar bin Abdul Aziz Khawatir jika Dirinya Diangkat Menjadi Khalifah

Sambil memberikan penghargaan, Muawiyah berkata, “Ini untuk biaya hidupmu. Jngan kau berdalih karena kebutuhan untuk mengulangi kejahatanmu.” []

Sumber: Studies of Mohammedanisme / karta Poole

The post Khalifah Berhadapan dengan Perampok Ahli Syair appeared first on Jalan Sirah.

]]>