Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rahasia Tongkat Imam Syafi’i

96

Kisah perjalanan keilmuan dan perjuangan dakwah Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i sudah tak menjadi ayal lagi kaum Muslimin. Ialah salah satu permata zaman miliki peradaban Islam. 

BACA JUGA: Saat Asy-Syaf’i Menulis dengan Jari Basah Kecilnya

Ada satu rahasia yang – mungkin – belum diketahui oleh sebagian besar kita dari kisah seorang Naashirus sunnah. Rupanya, Imam Syafi’i ini terbiasa menggunakan tongkat meski fisiknya masih sangat kuat.

Pun, masih mampu membidik sasaran menggunakan panah dari atas kuda yang sedang berlari dengan cepat.

Lantaran keanehan itu, seseorang bertanya kepada beliau, “Untuk apa engkau menggunakan tongkat, padahal umurmu masih sangat muda dan badanmu sangat kuat?”

Sang imam yang hafal al-Qur’an di usia tujuh tahun dan diizinkan mengeluarkan fatwa di usia lima belas tahun ini menyampaikan jawaban, “Agar senantiasa menjadi pengingat bagi diri, bahwa aku hanya seorang musafir yang sedang mampir. Mampir untuk mengabdi, tidak tinggal untuk selamanya.”

Tongkat bagi beliau bukan sekadar kayu. Bukan sekadar penopang jalan atau untuk bergaya.

BACA JUGA: Kenyang Sebabkan Kematian Terbesar?

Bagi laki-laki kelahiran Gaza Palestina yang menjadi teladan kesabaran dalam menuntut ilmu ini, tongkat pun dijadikan sarana untuk mengingat kematian, agar diri tidak lalai dan terbuai dengan dunia. []

SUMBER: KISAH HIKMAH

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More