Foto: Pinterest

Puisi Abu Bakar di Hati Ali bin Abi Thalib

Ketika khalifah pertama Abu Bakar As-shiddiq ra. Wafat, Ali bin Abi Thalib ra. berdiri di depan pintu sambil berucap:

BACA JUGA: Ketakutan Ali Bin Abi Thalib Menjelang Kewafatannya

“Semoga Allah merahmati engkau, ya Abu Bakar. Engkaulah orang pertama yang masuk Islam. Keimananmu paling ikhlas, keyakinanmu paling teguh, kekayaanmu paling mulia. Engkau pendamping paling dekat kepada Rasulullah saw dan paling mirip dengannya dalam akhlak, keutamaan jasa pengabdian, petujuk Ilahi dan mengikuti jalannya.”

Semoga Allah memberimu ganjaran yang baik karena Islam, Rasulullah dan karena Kaum Muslimin.

Engkau telah membenarkan Rasulullah di kala orang-orang mendustakannya. Engkau menolong dan menyantuni Rasulullah ketika orang-orang kikir kepadanya.

Engkau berdiri tegak di sampingnya ketika orang-orang duduk meninggalkannya.

Allah memberimu nama dalam kitab-Nya “Shiddiq” dengan firman-Nya:

“Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Az-Zumar: 33).

Yang dimaksud ayat itu adalah Muhammad dan engkau. Demi Allah, engkau adalah benteng bagi Islam dan siksaan bagi orang-orang kafir.

Tidak sedikit baktimu dan tidak lemah pandangan hatimu dan tidak gentar (kecut) jiwamu. Engkau ibarat gunung yang tak tergoncang oleh taufan.

Engkau sebagaimana disabdakan Rasulullah, lemah tubuhmu, kokoh dalam menjalankan perintah Allah, rendah hati, agung di sisi Allah, mulia di muka bumi, besar dalam pandangan kaum mukminin.

Engkau tak membutuhkan sesuatu dari siapapun dan tidak mengharap belas kasihan siapapun. Orang yang kuat dalam pandanganmu lemah sehingga engkau mengambil hak dari orang lain darinya, dan yang lemah dalam pandanganmu kuat sehingga engkau berikan haknya untuknya.

Semoga Allah tidak mencegah kami dari perolehan pahalamu dan Dia tidak menyesatkan kami sesudah kewafatanmu.”

BACA JUGA: Empat perkara dari Ali bin Abi Thalib untuk Hasan

Begitulah ungkapan hati penuh haru biru dan kesedihan Ali bin Abi Thallib ra untuk amirul mukminin Abu Bakar ra pada saat perpisahan. []

Sumber: Hikmah dalam Humor, Kisah dan Pepatah jilid 5/ karya Abdul Aziz Salim Basyarahil

About عبد الله

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline