Foto: Cliparts wallpapers and galleries at runsickcattle

Pria yang Mencaci Maki Cicit Rasulullah

Imam Ali Zainal Abidin benar-benar mewarisi sikap dan sifat ayahandanya dalam hal keilmuan dan kezuhudan. “Diantara Bani Hasyim, saya kira dialah yang paling mulia.”

Hampir setiap malam Imam Ali Zainal Abidin menggotong sekarung gandum dan membagikannya kepada faqir miskin Madinah.

“Sesungguhnya sedekah yang disampaikan secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan murka Allah SWT,” katanya.

BACA JUGA: Garis Keturunan Tidak Menjamin Keamanan

Ketika itu, sebagian warga Madinah mendapat nafkah tanpa mengetahui dari mana asal nafkahnya. Dan ketika Imam Ali Zainal Abidin wafat, ternyata mereka tak lagi mendapat gandum.

Setiap kali meminjamkan uang atau pakaian, Imam Ali Zainal Abidin tak pernah memintanya kembali. Jika bernazar tidak makan dan minum, beliau tetap berpuasa sampai dapat memenuhi nazarnya. Begitu dermawan dan penuh kasih sayang, bahkan kepada hewan yang dikendarainya pun beliau tak pernah mencambuk.

Kata Yahya Al-Anshari, salah seorang ulama terkemuka dimasanya. Kemuliaan itu, antara lain, karena beliau selalu dalam keadaan suci, selalu berwudhu, dan tak pernah absen menunaikan qiamullail baik di rumah maupun dalam perjalanan.

Suatu hari, ketika keluar dari masjid, seorang lelaki mencaci maki Imam Ali Zainal Abidin. Spontan orang-orang disekitarnya berusaha memukul lelaki tersebut, tapi Imam Ali Zainal Abidin mencegahnya.

Lalu katanya, ”Apa yang engkau belum ketahui tentang diriku? Apakah engkau membutuhkan sesuatu?”

Mendengar ucapan lemah lembut itu, laki-laki tersebut merasa malu. Lalu Imam Ali Zainal Abidin memberinya uang 1000 dirham.

Maka kata laki-laki tersebut, ”Saya bersaksi, engkau benar-benar cicit Rasulullah.Shalallahu ‘alaihi wasallam.”

BACA JUGA: Pertemuan Imam Syafi& dan Cicit Rasulullah

Sayyidina Ali Zainal Abidin pernah berkata di hadapan orang-orang yang mengolok-olok Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab ra dan Utsman bin Affan ra dan memuji-muji Ayahnya dan Kakeknya Ali bin Abi Thalib, “Alangkah bohongnya kalian semua dan alangkah kurang ajarnya kalian semua kepada Allah swt, kami adalah dari golongan kaum yang sholeh dan cukuplah bagi kami menjadi golongan kaum yang Sholeh.” []

Sumber: Ajarilah Anakmu Mencintai Keluarga Nabi SAW/Karya: Muhammad Abduh/2006

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline