Foto: georgeherald.

Pintu-pintu Sedekah

Pada suatu kesempatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah setiap jiwa bersedekah setiap hari terhadap dirinya, mulai dari terbitnya matahari.”

Seorang Sahabat bertanya,”Rasulullah, bagaimana mungkin bersedekah, aku tidak punya apa-apa?”

BACA JUGA: Sedekahnya si Burung Surga

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Di antara pintu sedekah adalah takbir, tasbih, tahmid, tahlil, istigfar, mengajak pada kebaikan, mencegah kemungkaran, menyingkirkan duri, tulang, dan batu dari jalanan yang dilalui orang, menuntun orang tuna netra, mengeraskan suara di depan orang tuna rungu semua itu adalah pintu sedekah bagimu terhadap dirimu,” (H.R Ahmad)

Pada kesempatan lain Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kamu terhadap dirimu terdapat sedekah, menyingkirkan tulang di jalan adalah sedekah, menunjukkan jalan adalah sedekah…” (HR Ahmad)

Sedekah kebaikan juga berbeda dengan sedekah harta. Karena sedekah kebaikan bukan hanya diberikan kepada orang miskin, tapi kepada semua orang, baik kaya maupun miskin, kuat maupun lemah, baik ataupun jahat. Bersedekah dengan kebaikan tidak terbatas pada seseorang atau suatu kaum saja.

BACA JUGA: Selamat dari Maut karena Sedekah

Dengan demikian, sedekah kebaikan tidak bisa menyempurnakan sedekah sunah yang bisa berperan sebagai pengganti sedekah wajib. Sedekah kebaikan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kesehatan yang diberikan. Sedang sedekah harta sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas harta yang dikaruniakan. []

Sumber: Siapa Bilang Bersedekah Harus Tunggu Kaya?/Karya: Wajih Mahmud/Penerbit: Hikmah

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline