Foto:Pinterest

Pidato Utsman bin Affan saat Pengepungan

Menyadari bahwa pengepungan terhadap dirinya sudah mencapai puncak, secara sembunyi-sembunyi Utsman bin Affan menyurati Ali bin Abi Thalib, Thalhah, dan az-Zubair ibnul Awwam. Inilah isi surat yang ditulis Utsman bin Affan, “Mereka tidak memberikan apa pun kepadaku, bahkan air pun tidak. Karena itu, seandainya kalian mampu mengirimkan air untuk kami, maka kuharapkan agar kalian melakukannya!”

Setelah menerima pesan tersebut, mereka segera pergi membawa pesanan Utsman.

BACA JUGA: Utsman bin affan: Aku akan Menjualnya dengan Seharga 10 Kali Lipat

Setibanya mereka di sana, Utsman berdiri menghadap mereka dan semua orang yang berada di depan rumahnya sambil berkata, “Wahai kamu sekalian, duduklah!”

Mereka pun duduk. Utsman kemudian melanjutkan, “Wahai penduduk Madinah, aku serahkan nasib kalian kepada Allah, seraya memohon kepada-Nya semoga Allah memilih orang terbaik sebagai khalifah kalian sesudahku. Demi Allah, ingatkah kalian saat Umar terluka, kalian berdoa kepada Allah semoga Allah memilih orang yang terbaik di antara kalian bagi kalian. Semoga Allah menyatukan suara kalian untuk memilihnya. Adakah kemudian kalian mengatakan sesungguhnya Allah tidak mengabulkan permohonan kalian, sementara permohonan kalian adalah sesuatu yang ringan bagi Allah, dan kalian adalah orang-orang yang taat kepada-Nya?

“Atau, apakah kalian mengatakan bahwa bagi Allah, urusan agama-Nya itu mudah, sehingga Ia tidak perlu peduli siapa yang memegang pemerintahan apalagi pada saat itu pemeluk agama ini belum tercerai-berai?

“Atau, akankah kalian mengatakan bahwa aku mengambil kekhalifahan bukan atas dasar mufakat tapi dengan paksa yang karena itu jika aku bermaksiat kepada Allah, Ia akan menyerahkannya kepada umat, dan sementara itu mereka tidak bermusyawarah dalam mengangkat pemimpin mereka?

“Atau, beranikah kalian mengatakan bahwa Allah tidak mengetahui akan akibat dari tindakanku?

BACA JUGA: Kisah Pemuda Saleh dari Utsman bin Affan

“Demi Allah, tahukah kalian bahwa ada perbuatan kebajikan yang aku mulai dan paling dulu aku kerjakan karena Allah telah mendahulukannya untukku. Bagi setiap orang yang datang sesudahku patut mengetahui bahwa aku memiliki keutamaan dalam hal ini. Janganlah kalian terburu-buru membunuhku. Dan lagi hanya tiga perkara yang menyebabkan seseorang boleh dibunuh, yaitu lelaki yang berzina setelah ia menikah (muhshan), kufur setelah beriman (murtad), dan membunuh jiwa manusia tanpa alasan yang benar. Maka jika kalian membunuhku, berarti kalian telah meletakkan pedang di atas tengkuk kalian sendiri. Sesudah itu Allah tidak akan memulihkan pertikaian di antara kalian untuk selamanya.” []

Sumber: Wasiat2 Akhir Hayat dari Rasulullah/Karya: Zuhair Mahmud Al-Humawi/Penerbit:Gema press/2003

About Dini Koswarini

Check Also

Sekelumit Baju Besi Ali

Merekahlah senyum Ali, namun ia tak memiliki bukti atas pengakuan tergugatnya itu.

you're currently offline