Foto: Pinterest

Perkataan Qais ibn Sa’idah di Pasar ‘Ukazh

Suatu hari, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang ingat perkataan Qais ibn Sa’idah di pasar ‘Ukazh?”

Suasana menjadi hening, dan tidak ada seorang pun yang menjawab pertanyaan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Enam Wasiat dari Abdullah bin Abbas

Tiba-tiba Abu Bakar bangun dan berujar, “Wahai Rasulullah, aku masih ingat. Saat itu aku berada di Pasar ‘Ukazh, Qais datang dengan menunggang kuda, lalu berhenti dan berkata dengan suara yang lantang.

‘Wahai manusia, dengarlah dan pahamilah dengan saksama! Apabila telah dipahami, segeralah kamu man-faatkan dan jalani! Sesungguhnya orang yang hidup pasti akan mati. Orang yang sudah mati, maka masanya telah berlalu, dan setiap yang akan datang, pasti akan segera tiba. Sesungguhnya di atas langit ada berita besar, dan di bumi banyak peristiwa yang bisa menjadi pelajaran. Tikar-tikar yang luas dihamparkan, atap yang tinggi menjulang, galaksi yang bergerak mengikuti putarannya, lautan yang tiada pernah mengering, malam yang gelap gulita, dan langit yang memiliki bintang-bintang!’

Qais bersumpah bahwa Allah memiliki agama yang lebih dia cintai dari agama yang kalian anut ini.

“Mengapa aku masih melihat orang pergi, kemudian tidak kembali? Apakah karena me-reka gembira dengan suatu tempat sehingga mereka menetap di sana? Atau karena tertinggal kemudian mereka tertidur di sana?”

BACA JUGA: 3 Pesan Rasulullah kepada Abu Dzar dan Abu Abdurrahman bin Jabal

Selanjutnya Qais melantunkan bait-bait syair:

“Dua generasi pertama yang telah pergi

Kita dapat mengambil pengajaran dari mereka

Ketika aku saksikan arus kematian mendekati

Tiada cara untuk menghalaunya kembali

Baik dia orang besar maupun orang biasa

Kini aku menjadi yakin, tiada cara bagiku untuk menghindar

Dari suratan takdir seperti yang menimpa semua bangsaku.” []

Sumber: 150 Kisah Abu Bakar Al-Shiddiq/Karya: Ahmad Abdul `Al Al-Thahtawi/Penerbit: Mizania

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline