Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Perbincangan Sang Pendeta dan Orang-orang Makkah

76

Orang-orang Makkah pergi menuju Negeri Syam. Di suatu tempat, mereka melewati kediaman seorang pendeta yang kerjanya hanya beribadah kepada Allah Swt. dengan menjauhkan diri dari pergaulan. Empat orang di antara mereka bersepakat untuk singgah menemui pendeta tersebut dan berbincang-bincang.

BACA JUGA: Makkah akan Terus Menjadi Tanah Mulia Hingga Hari Kiamat

Pendeta itu adalah seorang yang berilmu. Sesuatu yang dibicarakannya benar-benar membuat orang-orang Arab tertegun karena selama ini tidak ada yang mereka ketahui, kecuali masalah dagang dan kesenangan.

Setelah mereka masuk dan berbincang-bincang, sang pendeta pun bertanya, “Kalian datang dari mana?”

“Dari Makkah,” jawab mereka.

“Sesungguhnya dalam waktu dekat, Allah akan mengutus seorang nabi dari kaummu. Oleh karena itu, bila dia datang, cepat-cepatlah ikuti dan ambillah kesempatan yang baik itu. Pasti kalian akan mendapat petunjuk,” kata pendeta itu.

Mendengar penjelasan tersebut, orang-orang tercengang dan memandang pendeta, Ialu bertanya, “Siapa namanya?”

“Muhammad!” jawab sang pendeta.

BACA JUGA: Si Pemecah Roti Membuat Perkembangan di Kota Makkah

Sang pendeta segera masuk ke tempat ibadahnya. Lalu, keluarlah empat orang tamu tersebut. Mereka terpengaruh oleh yang dikatakan sang pendeta. Kelak bila dikaruniai putra laki-laki, mereka akan memberinya nama Muhammad dengan harapan agar nabi yang ditunggu itu lahir dari keturunannya. []

Sumber: Mukjizat Cinta Rasul: Kisah Mulia Perjuangan Muhammad Saw/Karya: Abdul Hamid As-Sahhar/Penerbit: Mizan

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More