Foto: good-stuff.info

Pemberian Nama yang Indah untuk Putra Abu Usaid

Betapa senang Abu Usaid di hari itu, karena ia baru saja dikaruniai oleh Allah Swt. seorang putra. Saat bayinya lahir dengan selamat, Abu Usaid langsung ingat apa yang dilakukan Al-Zubair ibn Al-Awwam dan istrinya, Asma binti Abu Bakar.

Suami-istri ini dikaruniai seorang putra bernama Abdullah, yang kelahirannya disambut penuh suka cita oleh kaum Muslim. Mereka bergembira karena kelahiran Abdullah mematahkan ramalan yang disebarluaskan kaum Yahudi bahwa kaum Muslim tidak akan pernah memiliki keturunan selama menetap di Madinah.

BACA JUGA: Tampaknya Aku Tak Laku, Wahai Rasulullah

Abu Usaid pun ingat bagaimana pasangan itu membawa bayi mereka kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam agar beliau menyuapkan makanan awal dari kunyahan beliau kepada bayi mereka, kemudian memberinya nama yang indah. Maka, Abu Usaid bergegas membawa bayinya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Kebetulan saat itu beliau sedang ada di masjid bersama para sahabat. Betapa gembira beliau melihat Abu Usaid yang datang membawa bayinya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam langsung mengambil bayi itu dan meletakkan di pangkuannya, sedangkan Abu Usaid duduk di samping beliau.

Namun, tidak lama kemudian tiba-tiba Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyerahkan kembali sang bayi kepada Abu Usaid. Beliau berdiri dan meninggalkan masjid menuju rumah salah seorang istrinya. Tentu saja, Abu Usaid bingung melihat tindakan beliau. la tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang beliau kehendaki. la terpaku diam ketika salah seorang sahabat menggendong bayinya.

Belum lenyap kebingungannya, tiba-tiba Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam datang lagi ke masjid, mendekatinya, dan berkata, “Wahai Abu Usaid, di mana bayi tadi?”

“Itu, wahai Rasulullah,” ujar Abu Usaid.

Setelah menerima kembali bayi itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyuapinya dengan kunyahan kurma yang beliau ambil dari rumah salah seorang istri beliau, kemudian mengusap bayi itu dan mendoakannya.

“Siapa nama bayi ini?” tanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Hubungan Mimpi Rasulullah dengan Nabi Palsu

“Fulan, wahai Rasulullah,” jawab Abu Usaid.

“Jangan! Berilah ia nama ‘Al-Mundzir,” saran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Maka, Abu Usaid pun memberi nama putranya itu dengan nama indah yang diberikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Al-Mundzir.” []

Sumber: 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah Saw./Karya: Fuad Abdurahman/Penerbit: Noura Books/2015

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline