Picture: Freepik

Para Jin Telah Kebingungan dan Putus Harapan

Atas izin Allah, Umar bin Khattab dikaruniai firasat yang tajam dan kuat. Bila ia berkata, aku kira orang ini begini, maka orang itu benar seperti yang dikatakan Umar.

Suatu hari ketika Umar sedang duduk, seorang pemuda tampan lewat di hadapannya.

Umar berkata, “Perkiraanku telah salah, aku kira orang ini tetap pada agamanya. Dia dahulu dukun mereka pada masa jahiliyah. Panggil orang itu.”

Maka orang itu pun dipanggil. Umar memanggilnya untuk memastikan perkiraannya.

Orang itu lantas berkata, “Aku tidak melihat sesuatu pun sepert hari ini, seorang laki-laki muslim disambut (oleh Umar).”

Umar kemudian berkata, “Aku mendesakmu, katakan siapa dirimu?”

Orang itu menjawab, “Aku dahulu adalah dukun mereka di masa jahiliyah.”

Umar kemudian bertanya, “Apa hal aneh yang pernah engkau alami bersama jin perempuanmu?”

Orang itu menjawab, “Pada suatu hari aku sedang di pasar. Jin perempuanku datang padaku dalam kondisi ketakutan. Kemudian ia berkata, ‘Apa engkau tidak melihat para jin telah kebingungan dan putus harapan setelah dahulunya mereka mendengar berita-berita langit. Sekarang mereka memilih tinggal bersama unta-unta muda dan kain-kain sandaran pelana (maksudnya para jin mengikuti bangsa Arab karena ada Nabi dari kalangan mereka).”

Umar pun berkata, “Benar, ketika aku sedang tidur dekat tuhan-tuhan mereka, aku melihat seseorang sedang menggiring anak sapi, lalu ia menyembelihnya. Dari dalam anak sapi itu terdengar teriakan yang keras. Terdengar, ‘Wahai Jalih (orang kasar yang berperang dengan permusuhan), sebuah perkara lurus telah datang dan seorang lelaki fasih akan berkata, ‘Tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah.’ Setelah itu aku pergi, tak berselang lama, aku mendengar orang-orang mengatakan, ‘Ini (Muhammad) seorang Nabi’.” []

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin al-Khattab. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline