Picture: Freepik

Paman, Sesungguhnya Aku Telah Masuk Islam

Umar adalah sahabat Rasulullah saw. yang dikenal sangat berani. Keberaniannya membuatnya tak segan mengumumkan keislamannya di hadapan orang-orang Quraisy. Salah satunya kepada pamannya yang terkenal bengis dan sangat membenci dakwah Islam.

Sehari setelah memeluk Islam, Umar mendatangi pamannya, Amr ibn Hisyam, atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Umar mengetuk pintu rumahnya, dan Abu Jahal keluar menyambut kedatangannya seraya berkata, “Selamat datang keponakanku. Ada keperluan apa engkau datang?”

“Paman, aku datang untuk memberitahumu bahwa aku sekarang telah memeluk Islam,” ujar Umar. “Aku kini beriman kepada Allah serta utusan-Nya, Muhammad. Kubenarkan semua ajaran yang dibawa olehnya.”

Bagai disambar geledek mendengar pengakuan tak terduga dari keponakannya, Abu Jahal membanting pintu sembari membentak, “Celakalah engkau! Kau datang membawa berita seburuk itu! Tuhan mengutuk engkau dengan yang engkau percayai.”

Kemudian Umar berkeliling ke rumah-rumah pembesar kaum Quraisy. Ia menantang mereka dan berharap ada yang berani bergelut dengannya. Tapi tak ada satu pun yang berani. []

Sumber: The Great of Two Umars/ Penulis: Fuad Abdurrahman/ Penerbit: Zaman/ Jakarta/ 2013

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline