Foto: Kampung Wallpaper

Pada Hari Apakah Rasulullah Wafat?

Nama aslinya Abdullah bin Abi Quhafah at-Taimi al-Quraisyi. Beliau khalifah pertama dari empat serangkai Khulafaur Rasyidin, dan beliau termasuk laki-laki dewasa pertama yang memeluk Islam serta aktif berjihad dalam berbagai pertempuran. Beliau terkenal sebagai seorang yang jujur, sabar dalam menanggung berbagai penderitaan, dan rela mengorbankan harta bendanya dalam perjuangan menegakkan Islam.

Pada masa pemerintahannya beliau memerangi orang-orang murtad yang tidak mau lagi mengeluarkan zakat. Sifatnya yang sangat menonjol, selain penyantun dan sangat sayang terhadap rakyat, beliau juga seorang orator ulung dan pahlawan yang gagah berani. Beliau wafat pada tahun 13 H.

BACA JUGA: Ummu Kultsum, Putri dari Khulafaur Rasyidin yang Keempat

Aisyah , salah seorang putri beliau, mengatakan bahwa ketika kondisi ayahandanya itu telah begitu payah, beliau berkata, “Hari apakah sekarang, wahai Aisyah?”

“Hari Senin,” jawab Aisyah.

Beliau betanya lagi, “Pada hari apakah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam wafat, wahai putriku?”

“Pada hari Senin,” jawab Aisyah lagi.

Setelah itu ayahandanya berkata, “Sungguh ayahmu ini berharap semoga dapat menghadap Allah antara saat ini dan nanti malam.”

Aisyah melanjutkan, ketika itu ayahnya tengah mengenakan baju yang terdapat bekas lumpur yang pekat. Ayahnya kemudian berkata lagi, “Jika ayahmu meninggal nanti, cucilah pakaianku ini lalu gabungkan dengan dua pakaian yang baru. Jadi, nanti kalian akan mengafani aku dengan tiga lapis pakaian.”

Mendengar ucapan ayahnya itu, lantas Aisyah bertanya, “Apakah kami tidak boleh mengafanimu dengan pakaian baru semua?”

Abu Bakar menjawab, “Tidak, sesungguhnya pakaian itu untuk nanti.”

Abu Bakar wafat pada malam Selasa. Abdullah al-Yamani, seorang budak yang telah dijadikan anak angkat oleh Zubair bin Awwam, menceritakan saat Abu Bakar dalam keadaan sakit payah, Aisyah r.a. melantunkan bait syair sebagai berikut,

BACA JUGA: Apa Itu Khulafaur Rasyidin?

“Saya mencela sesuatu yang membuat pemuda tidak perlu merasa waspada ketika suatu hari nafas tercekat di tenggorokan dan dada terasa begitu sesak.”

Mendengar bait-bait syair itu, Abu Bakar berkata, “Tidak begitu duhai putriku, tapi katakanlah, ‘Datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.'” []

Sumber: Hak dan Batil dalam pertentangan/Karya: Ibrahim Abu Abbah/Penerbit: Gema Insani Press/1990

About Dini Koswarini

Check Also

Sekelumit Baju Besi Ali

Merekahlah senyum Ali, namun ia tak memiliki bukti atas pengakuan tergugatnya itu.

you're currently offline