Foto: merdeka.com

Mereka Menjual Imannya dengan Murah

Suatu saat, Rasulullah Shalalahu ‘alaihi wasallam mengunjungi Bani Kindah. Di saat lain, beliau pergi mengunjungi Bani Hanifah. Pada hari berikutnya, beliau mendatangi Bani `Amir. Kabilah demi kabilah beliau datangi, dengan membawa perkataan yang sama, aktt adalah utusan Allah kepada kalian.

Dia memerintahkan kalian agar beribadah kepada-Nya dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun dan agar kalian meninggalkan penyembahan selain-Nya dan berhala-berhala.

BACA JUGA: Pahala Ibadah Berguguran, Ini Salah Satu Sebabnya

Saat beliau singgah di kabilah-kabilah yang dekat, Abu Iahab selalu mengikutinya dan berkata kepada orang-orang, “Janganlah kalian memercayainya, sesungguhnya ia menyeru kalian menuju kesesatan!”

Dalam kondisi sulit seperti itu, orang-orang lantas melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau terus mencari orang-orang yang mau beriman dan yang akan menolongnya. Namun, beliau hanya mendapatkan pembangkangan dan permusuhan.

Orang-orang bisa melihatnya menolak segala bentuk tawar-menawar dalam keimanan. Beliau tak menghendaki orang-orang yang menjual keimanan dengan harga duniawi, bahkan jika harga itu hanya berupa janji akan kekuasaan maupun kedudukan.

Pada saat sulit seperti itu, tumbuh harapan beliau mendatangi Bani `Amir ibn Sha’sha’ah. Beliau pun duduk dan berbicara dengan mereka mengenai dakwah menuju Allah dan membacakan kalimah-kalimah-Nya kepada mereka.

Namun, mereka malah mengajukan syarat, “Bagaimana menurutmu, seandainya kami berbaiat kepadamu mengenai urusan ini, lalu engkau memperoleh kemenangan atas musuh-musuhmu, apakah kami berhak mendapatkan imbalan kedudukan dalam urusan ini?”

Namun, dengan tegas Rasulullah halallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Semua urusan itu kepunyaan Allah, dan Dialah yang ahan menyerahhan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”

BACA JUGA: Allah Menyapa Rasulullah? Apa yang Diperbincangkan?

Mendengar jawaban itu, mereka pun membubarkan diri seraya berkata, “Jika demikian, tak ada gunanya kami membantu urusanmu!”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun meninggalkan mereka dan terus mencari kaum beriman yang tak akan menjual keimanannya dengan harga yang sangat murah. []

Sumber: 60 Orang Besar di Sekitar Rasulullah Saw./Karya: Khalid Muhammad Khalid/Penerbit: Mizania/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Karena ini Rasulullah Menangis

Akhirnya mereka menunjuk Khalid bin Al-Walid. Yang mana setelah mengambil bendera, dia bertempur dengan hebat dan gagah berani.

you're currently offline