Foto: istockphoto

Mereka Adalah Ujian bagi Kaum Laki-Laki

Dikisahkan bahwa pada suatu hari di masa kekhalifahannya, ketika ia menyusuri sebuah jalan di Madinah, ia mendengar seorang budak wanita yang sedang menggiling tepung bersenandung:

“Duh, aku mendambakannya sejak dulu la pecah hatiku agaikan tebasan pedang

Layaknya cahaya purnama, wajahnya bersinar

Cahaya naik dan memancari belahan rambutnya.”

BACA JUGA: Bukti Kecintaan Seorang Wanita Shalihah terhadap Rasulullah

Abu Bakar yang mendengar senandung itu segera menge-tuk pintu rumah dan wanita itu pun keluar. Abu Bakar berkata, “Kasihan sekali kau! Apakah kau seorang wanita merdeka atau seorang budak?”

“Aku hanyalah seorang budak, wahai Khalifah Rasulullah.”

“Jadi, siapakah laki-laki yang kaudambakan dalam senandungmu itu?”

Wanita itu menangis dan berkata, “Demi Allah, lebih baik jika engkau pergi.”

Aku tidak akan pergi kecuali kau memberitahukannya kepadaku.”

Wanita itu bersenandung lagi:

“Cintatelahmempermainkankusehinggahatikuterluka dan pecah

Setiap saat aku menangis karena mencintai Muhammad ibn al-Qasim.”

BACA JUGA: Jangan Mencintai Seseorang melebihi Cinta kepada Pencipta

Abu Bakar bergegas pergi ke Masjid dan mengutus pelayannya untuk membeli budak wanita itu dari majikannya. Setelah itu ia mengutus seseorang kepada Muhammad ibn al-Qasim ibn Ja`far ibn Abu Thalib.

Setelah keduanya berhadapan, Abu Bakar berkata, “Mereka adalah ujian bagi kaum laki-laki. Karena mereka
berapa banyak orang mulia yang binasa, banyak pula yang selamat berkat mereka.” []

Sumber: Kisah Hidup Abu Bakar Al-Shiddiq/Karya: Mustafa Murrad/Penerbit: Zaman/2007

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline