Foto:libraries.essex.gov.uk

Menjual Atap Rumah untuk Menuntut Ilmu

“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan ke surga.” (HR Bukhari)

Pada masa kini, mungkin sulit dibayangkan perjuangan para ulama dan imam zaman dulu dalam mencari ilmu. Mereka sangat gigih dan mengorbankan segala hal untuk mendapatkan ilmu. Meski dililit kemiskinan, tak menyurutkan tekad Imam Malik untuk terus belajar dan mencari ilmu.

BACA JUGA: Inilah Kelebihan Orang yang Berilmu

Saat itu, ia tidak memiliki apa-apa lagi untuk bekal menuntut ilmu. Bahkan, ia harus mencopot atap rumahnya satu-persatu, untuk ia jual. Uang hasil penjualan kayunya itu ia pakai untuk bekal mencari ilmu. Demikian pula Yahya bin Milin telah menghabiskan satu juta lima puluh ribu dirham untuk biaya mencari ilmunya. Sehingga barang berharga yang ia miliki hanyalah sandal yang dipakainya.

Sementara Imam Bukhori telah berguru pada 1000 ulama dari berbagai negara, sehingga ia meriwayatkan banyak hadits.

BACA JUGA: Siapa yang Paling Mulia diantara Penghuni Syurga?

Lain lagi kegigihan menuntut ilmu yang ditunjukkan Sa’id bin Al-Musayyab, ia harus berjalan berhari-hari dan bermalam hanya untuk mencari satu buah hadits. []

Sumber: 77 Pesan Nabi untuk Anak Muslim/Karya: Abu Alkindie Ruhul Ihsan & Abu Azka

About Dini Koswarini

Check Also

Kenapa Kau Ada di Ka’bah?

Dari Sufyanbin Uyainah, ia berkata, “Hisyam bin Abdul Malik masuk ke dalam Ka’bah dan ternyata di dalamnya ada Salim bin Abdullah bin Umar bin Khaththab.

you're currently offline