Picture: Thobiby Qolby

Mengenal Kesempurnaan dan Kemuliaan Rasulullah

Tiada habis-habisnya kita terus menggali sejarah hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena dengan itulah kita akan mengenali kesempurnaan jiwa dan kemuliaan akhlak beliau. Hal itu membuat kita semakin rindu kepada beliau, membuat kita semakin mengagumi dan mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wasallam –semoga kelak Allah mengumpulkan kita bersama beliau–.

Rasulullah diistimewakan dengan kefasihan lisannya, keindahan dalam retorikanya, jelas lafazhnya, ringkas bicaranya, benar maknanya, berperangai luwes. Hal inilah yang menjadi letak keutamaannya, yang membuat orang-orang yang belum mengenal beliau sekali pun dapat tertarik dengan setiap apa yang disampaikannya. Untuk itulah beliau dikaruniai Jawami’ul kalim (kalimat ringkas namun mengandung makna yang tepat). Setiap apa yang diucapkannya memiliki mutiara-mutiara hikmah yang indah dan menguasai logat orang-orang Arab, jelas karena apa yang disampaikannya adalah dukungan ilahi yang diberikan kepada beliau melalui wahyu.

Santun, sabar, pemaaf di saat mampu membalas, sabar ketika menjalani musibah, merupakan sifat-sifat yang ditanamkan Allah kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap orang penyantun pasti memiliki kesalahan dan kekeliruan, namun berbeda dengan Rasulullah, semakin banyak gangguan yang dihadapinya, semakin pula bertambah kesabaran beliau, dan tidak ada kesalahan orang bodoh yang tertuju pada beliau melainkan menambah kemurahan hati beliau.

Ummul Mukminin Aisyah berkata, ”Tidaklah Rasulullah itu diberi kesempatan untuk memilih antara dua perkara, kecuali beliau memilih yang termudah di antara keduanya selama tidak mengandung perbuatan dosa, apabila mengundang perbuatan dosa maka beliau adalah orang yang paling jauh darinya. Rasulullah sama sekali tidak membalas seseorang karena kepentingan pribadi, melainkan karena syariat Allah ‘Azza wa Jalla dilanggar, sehingga beliau membalasnya semata-mata karena izin dan perintah Allah. Beliau juga adalah orang yang paling jauh dari kemarahan dan orang yang paling cepat ridha.

Kemurahan hati Rasulullah benar-benar tiada tandingannya. Beliau dalam memberikan kebaikan, lebih cepat dari pada angin yang bertiup kencang. Rasulullah tidak pernah dimintai sesuatu kecuali pasti beliau akan memberikannya (selama dalam kebaikan, dan tidak ada larangan).

Keberanian, kepahlawanan, dan kekuatan beliau saat berhadapan dengan musuh sudah tidak diragukan lagi. Ali bin Abi Thalib berkata, “Apabila peperangan memanas dan serangan semakin sengit, kami berlindung di belakang Rasulullah, tidak ada seorang pun lebih dekat dengan musuh dari pada beliau.”

Beliau juga sangat pemalu dan sangat menjaga pandangan matanya. Sa’id al-Khudri berkata, “Rasulullah lebih pemalu dari pada gadis perawan yang dipingit, apabila beliau tidak suka pada sesuatu dapat diketahui dari raut muka beliau.” Pandangannya tidak terfokus pada satu orang, beliau adalah orang yang selalu menundukan pandangan (dari sesuatu yang buruk), lebih lama memandang ke bawah dari pada memandang ke atas, segala pandangannya merupakan pengamatan.

Beliau juga adalah orang yang paling adil, menjaga kehormatan, paling tepat perkataannya, dan paling dapat menjaga amanah. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi beliau sudah terlebih dahulu dikenal dengan al-Amin (yang terpercaya), dan beliau juga dijadikan sebagai pemutus perkara pada masa jahiliyah. Selain itu, beliau juga adalah manusia paling rendah hati dan paling jauh dari kesombongan, beliau melarang para sahabatnya berdiri untuk menghormatinya, sebagaimana yang dilakukan bangsa-bangsa lain untuk menghormati raja-raja mereka. Beliau mengunjungi orang-orang miskin dan duduk-duduk bersama orang-orang fakir, beliau juga menghadiri undangan hamba sahaya, duduk di antara para sahabatnya seakan-akan beliau adalah salah satu dari mereka.

Dan masih banyak lagi keutamaan dan kemulian akhlak Rasulullah yang tentunya patut kita contoh, karena dengan akhlak beliau itulah Islam dapat sampai, tersebar ke berbagai belahan bumi. Jika ada orang yang benci atau tidak suka dengan beliau, maka dipastikan mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. []

 

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad.

 

Sumber: Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. 1421 H. Ar-Rahiq al-Makhtum, Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad , Dari Kelahiran Hingga Detik-Detik Terakhir. Jakarta: Darul Haq.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline