Foto: Alpasimiy.com

Mengapa Syeikh Ini Dipanggil Si Tuli?

Abu Abdirrahman Hatim bin Alwan (w. 237 H/751 M), kita sering mengenal beliau sebagai Syeikh Hatim al-Asham atau secara bahasa dapat diartikan dengan orang yang tuli.

BACA JUGA: Mengenal Khalifah Harun

Bukan. Bukan karena beliau tuli secara jelas, tetapi karena beliau berpura-pura tuli untuk menjaga rasa malu seorang wanita.

Abu Ali ad-Daqqaq (w. 405 H/ 1015M) menghikayatkan, suatu hari ada seorang wanita yang mendatangi Syekh Hatim untuk menanyakan suatu perkara.

Di tengah-tengah pembicaraan wanita tersebut mengeluarkan angin alias kentut, dengan otomatis wanita tersebut merasa malu kalau syekh mengetahuinya.

Syekh Hatim sepakat dalam hatinya bahwa wanita tersebut memang benar-benar kentut. Dengan kebijaksanaan seorang Syekh, “keraskanlah suaramu hai wanita!” katanya.

Dengan perasaan lega, wanita tersebut meneruskan urusannya bersama Syekh tanpa rasa canggung karena beranggapan bahwa sang syekh tidak mendengarnya tadi.

BACA JUGA: Pidato Utsman bin Affan saat Pengepungan

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Syekh Hatim al-Asham berpura-pura tuli selama kurang lebih 15 tahun selama wanita tersebut hidup. []

Sumber: Syarh Syu’ab al-Iman

 

About عبد الله

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline