Foto: Freepik

Mengapa Muslim Harus Menjawab Adzan?

Setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memberlakukan azan untuk menyeru shalat, kaum Muslim menyambutnya dengan gembira. Pasalnya, mereka dapat melaksanakan shalat berjamaah tepat waktu. Namun, setiap kali azan dilantunkan, mereka tetap bercanda dan melakukan berbagai kegiatan dan kesibukan sesuka mereka di dalam Masjid Nabawi, Madinah.

BACA JUGA: Awal Mula dikumandangkannya Adzan Jum’at Kedua

Akibatnya, suasana masjid yang pembangunannya dimulai pada Rabi’ Al-Awwal 1 H/September 622 M dan didirikan di atas lahan yang dibeli dari dua anak yatim, Sahl dan Suhail, itu pun riuh rendah dengan berbagai ulah, canda, dan kegiatan mereka.

Mereka tidak memedulikan azan yang sedang dilantunkan. Melihat hal yang demikian, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun merasa gundah dan gerah karena masjid terasa bagaikan pasar.

Maka, suatu saat beliau pun mengumpulkan kaum Muslim yang berada di masjid tersebut Setelah mereka berkumpul, beberapa saat kemudian beliau bersabda, “Wahai para Sahabatku, apabila kalian mendengar seorang muazin sedang melantunkan azan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazin. Setelah itu, bacalah shalawat kepadaku. Sesungguhnya, barang siapa membaca shalawat untukku satu kali, Allah mengaruniainya sepuluh shalawat Lantas, mohonkanlah kepada Allah wasilah untukku. Wasilah adalah kedudukan di surga yang hanya layak diberikan kepada hamba Allah, dan aku berharap menjadi hamba Allah itu. Barang siapa memohonkan wasilah kepada Allah untukku, dia berhak mendapatkan syafaat.”

BACA JUGA: Adzan Terakhir Bilal yang Berurai Air Mata

Selepas mendengarkan pernyataan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tersebut, suasana Masjid Nabawi pun menjadi tenang dan syandu setiap kali azan dilantunkan. []

Sumber: Pesona Ibadah Nabi: Shalat Zakat Puasa Haji/Karya: Ahmad Rofi` Usmani/Penerbit: Mizan/1436

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline