Foto:iStock

Mengapa Engkau Mengundang Kami, Padahal Kami Tidak Mau Mengikuti Ajakanmu?

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Qs al-Baraqah [2] : 155)

Meskipun selama tiga hari Ibrahim tidak terpenuhi kebutuhannya, beliau tidak meninggalkan dakwah, tetap berdakwah terus menerus mengajak manunsia untuk taat kepada Allah Swt. Pada hari keempat beliau sekali lagi ke pasar, tetapi membawa apa-apa untuk keluarganya. Di tengah perjalanan pulang, ia mengisi keranjangnya dengan kerikil dan pasir. Setelah tiba di rumahnya ia melihat isterinya sedang sibuk di dapur. Kemudian ia istirahat melepaskan lelah dan akhiratnya tertidur.

Seorang da’i walaupun tidak makan selama tiga hari masih bisa tertidur nyenyak. Dalam tidurnya Ibrahim mencium aroma makanan, lalu beliaupun bangun dan melihat tumpukan tepung gandum begitu banyak yang sedang dibuat roti oleh isterinya.

Ia pun bertanya kepada isterinya, “Dari mana engkau mendapat tepung gandum untuk membuat roti?”

“Bukankah engkau sendiri yang membawanya dari pasar?” jawab isterinya.

Ibrahim semakin yakin, bahwa semua ini berasal dari khazanah Allah. Kemudian beliau bergegas mendatangi orang-orang yang ada di pasar, seraya berkata kepada mereka, “Tuhanku telah memberikan makanan kepadaku, sekarang banyak roti di rumahku dan sekarang aku mengundang kalian semua untuk makan roti!”

Dengan kesabaran seorang da’i, ia mendapatkan nusratullah. Dan setelah mendapatkannya dia mengajak orang lain untuk menikmatinya. Jika seorang mendapatkannya dia mengajak orang lain untuk menikmatinya. Maka Allah Swt akan memenuhi kebutuhannya dengan rezeki yang halal selama setahun. Keyakinan seperti ini didapat bukan hanya dengan pembicaraan, tetapi dengan pengorbanan. Dengan pengorbanan, keyakinan akan datang. Dan jika keyakinan telah wujud maka nushrutullah akan datang.

Orang-orang pun datang ke rumah Ibrahim. Namun sebelum mereka menyantap roti yang dihidangkan, Ibrahim memerintahkan mereka untuk menyebut nama Allah. Tapi tak seorang pun yang mau mengucapkannya, mereka menolak dan membubarkan diri kembali ke pasar. Tak lama setelah itu, allah menegur Ibrahim, “Wahai Ibrahim, aku memberikan rezeki kepada seluruh makhluk sampai hari kiamat, dan tidak pernah meminta syarat apapun!”

Mendengar hal itu beliau segera kembali ke pasar untuk mengundang mereka kembali. Mereka berkata, “Mengapa engkau mengundang kami lagi, padahal kami tidak mau mengikuti ajakanmu?”

Lalu Ibrahim pun berkata, “Tuhanku memberi makanan kepada seluruh makhluknya tanpa syarat apapun.” Mendengar ucapan Ibarahim, seketika mereka mendapatkan hidayah dan mereka mejadi pengikut Ibrahim. []

Sumber: The Miracle Of Ibadah/ Penulis: H. Amirulloh Syarbini, M. Ag/ Penerbit: Fajar Media Bandung, 2011

About Dini Koswarini

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline