Foto: 123RF.com

Meliburkan Tentara

Pada suatu malam, Khalifah Umar sedang melakukan inspeksi malam di sepanjang kota Madinah. la bertanya-tanya ketika suara tangisan terdengar di telinganya.

BACA JUGA: Sumur Peninggalan Bala Tentara Nabi Sulaiman

la mengikuti suara itu dan mendekati rumah di mana seorang wanita terlihat duduk dan mendendangkan nyanyian perpisahan. Hati Umar tersentuh mendengar ratapan dari nyanyian wanita dan memohon ijin untuk  berbincang-bincang dengan wanita itu. Wanita itu pun mengijinkan Umar masuk.

“Gerangan apa yang menimpamu?” tanya khalifah. “Tuan telah mengirimkan suamiku dalam tugas
selama berbulan-bulan dan aku sangat merindukan kehadirannya,” jawab wanita itu lugu.

Khalifah Umar bergumam dalam hatinya, “Hanya Tuhan yang tahu berapa ratus istri yang aku buat sedih seperti wanita ini?” lalu melanjutkan, “Bersabarlah, karena sungguh aku akan mengirimkan utusan kepadanya.”

BACA JUGA: Begini Cara Kerja Iblis dan Bala Tentaranya

Setelah itu Umar benar-benar mengirimkan utusan untuk memanggil suami wanita itu. la menulis surat kepada para panglima pasukan muslim, “Para prajurit tidak boleh bertugas lebih dari empat bulan dalam suatu ekspedisi.” []

Sumber: Tarikh-i-Khulafa / karya Suyuti

About عبد الله

Check Also

Bertemu Orang dari Kampung Nabi Yunus

Pada 'Amul Huzn, tahun kesedihan, setelah ditinggal selamanya oleh istri Khadijah dan pamannya Abu Thalib, Rasulullah bersama Zaid bin Haritsah pergi ke Thaif.

you're currently offline