Foto:Freepik

Malik bin Dinar Berani Menegur Gubernurnya

Ja’far bin Sulaiman berkata, aku mendengar Malik bin Dinar berkata, “Wahai para penghafal Al-Qur’an, apa yang Allah tanamkan di dalam hati kalian? Mana orang yang hafal satu dua surah? Apa yang telah kalian amalkan didalamnya? Wahai kalian, orang-orang kalian sangat banyak! Wahai kalian, janganlah kau buat perut kalian sebagai kantung setan yang diisi Iblis dengan apa saja dia inginkan!”

Suatu hari, rombongan Gubernur Basrah lewat di rumah Malik bin Dinar dengan kawalan para tentara dan pasukan di sekelilingnya. Malik pun berteriak kepadanya, “Kurangilah gaya jalanmu ini dan bertakwalah kepada Allah.”

Pelayan-pelayan si Gubernur pun langsung bergerak hendak menangkapnya. Namun, si Gubernur berkata pada mereka, “Lepaskanlah dia. Aku rasa dia tidak mengenalku!”

Malik malah menukasnya, “Siapakah yang lebih mengetahui dirimu daripada aku? Asal muasalmu adalah air mani yang berbau busuk, sedangkan akhirmu adalah bangkai yang menjijikan. Sementara di antara keduanya kau membawa kotoran.”

Mendengar perkataan dari Malik bin Dinar, si Gubernur langsung menundukkan kepalanya.

Di waktu yang lainnya, Malik pun menemui orang sembrono yang tertawa hingga mulutnya penuh, Malik bin Dinar berkata menyindirnya, “Aku tidak ingin hatiku dipenuhi hal seperti ini meskipun aku memiliki kekayaan dan perhiasan seisi Basrah.”

Sering kali ia pun berhenti dan berdiri memberi nasihat pada orang-orang, “Wahai manusia, sesungguhnya hati orang-orang bajik mendidih oleh amal-amal kebajikan, sementara hati orang-orang bejat mendidih oleh perilaku kebejatan. Allah Maha melihat (mengetahui) maksud-maksud hati kalian, maka perhatikanlah apa yang menjadi maksud hati kalian. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan kasih-Nya kepada kalian semua.”

Pernah pula ia berteriak di tengah-tengah kerumunan manusia, “Sesunguhnya jika para shaddiqin dibacakan Al-Qur’an di hadapan mereka, maka hati mereka akan melonjak kegirangan menyambut akhirat. Lalu bagaimana bisa kalian menyimak Al-Qur’an sementara hati kalian lalai.” []

Sumber: The Miracle Of Ibadah/ Penulis: H. Amirulloh Syarbini, M. Ag/ Penerbit: Fajar Media Bandung, 2011

About Dini Koswarini

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline