Picture: Freepik

Mahar Fatimah Az-zahra

Walaupun mahar Fathimah bersahaja, disebabkan keinginan Rasul untuk memberikan teladan bagi kaum Muslim dan alasan-alasan tersembunyi lainnya, Fathimah az Zahra tidak mengabaikan keagungan dan kemuliaan dirinya untuk memperoleh sebuah hadiah luar biasa dalam pernikahannya.

Keinginan kuat Fathimah bagi kecemerlangan dan kesempurnaan menggerakkannya untuk meminta hak syafaat (perantaraan permohonan ampun)—insya Allah—bagi para Muslim yang berdosa. Ahmad bin Yusuf ad-Dimasyqi dalam kitabnya, Akhbarul Du’al wa ats Tsaul Uwal, menuturkan, “Diriwayatkan bahwa ketika ia (Fathimah) mengetahui tentang perkawinannya dan bahwa maharnya sejumlah kecil dirham, ia mengatakan, `Ya Rasulullah, gadis-gadis biasa mengambil uang sebagai mahar; apa bedanya diriku dengan mereka (jika maharku juga uang)? Kuminta dengan hormat untuk mengembalikannya dan berdoa kepada Allah Ta’ala agar menjadikan maharku hak memberi syafaat kepada mereka yang berdosa di kalangan Muslimin (di Hari Kebangkitan).

Saat itulah Jibril turun dengan secarik kertas yang di atasnya tertulis: ‘Allah menetapkan mahar Fathimah az Zahra adalah syafaat bagi mereka yang berdosa di kalangan Muslimin.'” Ketika tengah menjelang ajalnya, Fathimah meminta kertas itu direkatkan ke dadanya. Setelah hal itu dikerjakan, Fathimah mengatakan, “Ketika bangkit di Hari Kebangkitan, aku akan memperlihatkan kertas ini dengan tanganku untuk memberikan syafaat kepada mereka yang berdosa dari kalangan umat ayahku.”

Jelaslah bahwa riwayat yang disebutkan di atas menggambarkan keagungan, kehormatan, dan keistimewaan yang dimiliki Sayyidah Fathimah. Doa Rasul dikabulkan, maka Fathimah akan menyodorkan kertas itu di hari di mana kertas itu paling dibutuhkan.

An-Nasfi mengatakan, “Fathimah meminta Nabi saw. agar maharnya adalah syafaat bagi kaum beliau di Hari Kebangkitan. Maka, saat melintasi titian (shirath), ia akan meminta maharnya.”

Patut disebutkan bahwa banyak riwayat yang membenarkan bahwa syafaat merupakan mahar Fathimah az Zahra.

Sumber: Fathimah: Buah Cinta Rasulullah Saw Sosok Sempurna Wanita Surga/ Abu Muhammad Ordoni/ Zahra Publishing House/ Jakarta/ Desember, 2007

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline