Picture: Freepik

Lebih Berat daripada Gunung Uhud

Abdullah bin Mas’ud, ialah yang berhasil membunuh sang durjana, Abu Jahal di Perang Badar. Ia masuk Islam sebelum Rasulullah ke Darul Arqam, ia juga mengikuti semua peperangan yang diikuti Rasulullah.

Pertemuannya dengan Rasulullah dan juga Abu Bakar bermula saat ia menggembalakan sekawanan kambing milik Uqbah bin Mu’aith. Ketika menjalankan tugasnya, ia melihat dua orang laki-laki dari kejauhan yang mana keduanya nampak kehausan. Begitu tiba di dekatnya ia memberi salam, salah seorang dari mereka bertanya apakah ia memiliki susu untuk menghilangkan dahaga.

“Maaf aku hanyalah seorang penggembala, kambing-kambing ini bukan milikku sehingga aku tak bisa memberi kalian minum..,” dengan tegas Abdullah bin Mas’ud menjawab.

”Apakah kamu punya kambing betina tua yang tidak lagi dikawini oleh salah seekor jantan?” tanya salah seorang lagi dari mereka.

“Ada,” jawab Abdullah bin Mas’ud sambil bergegas mengambil kambing yang dimaksud.

Ajaib, seketika kantung susu kambing yang tadinya kempis itu mendadak penuh setelah  orang itu mengusapnya. Temannya bergegas mengambil batu cembung untuk menampung susu yang dihasilkan kambing itu. Kemudian mereka bertiga meminum susu tersebut hingga kenyang dan lepas dahaga mereka. Setelah itu, lelaki tadi kembali mengusap kantung susu kambing itu sehingga jadilah kambing itu seperti semula.

Itulah awal pertemuannya dengan dua manusia mulia, Rasulullah dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pertemuan yang yang sangat membekas di hati Abdullah bin Mas’ud.

Pertemuan itu membuat Abdullah bin Mas’ud semakin penasaran siapakah kedua lelaki tersebut. Setelah mengetahuinya, ia memutuskan untuk ikut bersama manusia mulia tersebut.

Sejak saat itu juga, Abdullah bin Mas’ud senantiasa mengikuti Rasulullah. Dari Rasulullah ia belajar banyak hal, tak heran jika pertemuan itu membuatnya tumbuh menjadi pemuda cerdas.

Mengenai kecerdasannya, Rasulullah berkata, “Pelajarilah Al-Qur’an dari empat orang, Abdullah (maksudnya bin Mas’ud), Salim (budak Hudzaifah), Muadz bin Jabal, dan Ubay bin Ka’ab” (HR. Tirmidzi). Abdullah sendiri meriwayatkan setidaknya 848 hadist.

Suatu hari, Abdullah bin Mas’ud bermaksud mengambil sebatang ranting di pohon untuk dijadikan siwak. Ketika berada di atas, tiba-tiba angin berembus sangat kencang sehingga tersingkaplah bagian bawah pakaiannya. Saat itu terlihat kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil. Para sahabat yang ketika itu tidak jauh darinya, seketika menertawakannya.

“Apa yang sedang kalian tertawakan?” tanya Rasulullah kepada para sahabat.

“Kedua betis Abdullah bin Mas’ud yang kecil, wahai Nabiyullah,” jawab sahabat.

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu lebih berat timbangannya daripada Gunung Uhud di  Mizan nanti.” Ucap Rasulullah membungkam tawa mereka. (HR. Ahmad)

Mengetahui perkataan itu, Abdullah bin Mas’ud sempat merasa rendah diri. Namun, perkataan Rasulullah seakan membuatnya kembali merasa percaya diri. Apalagi saat Rasulullah menegaskan bahwasannya yang dilihat oleh Allah nantinya bukanlah fisik, harta, maupun kedudukan melainkan ketakwaan. []

Sumber: Khazanah Intelektual, Para Abdullah di Sekitar Rasulullah, Sya’ban 1434 H., hal 25, 26, 27, 28.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline