Foto: freepik.com

Kisah Utsman Menikah dengan Putri-putri Nabi

Sebagaimana kaum muslimin yang lain Utsman dan Ruqayyah menghadapi gelombang ujian yang sedemikian dahsyat melalui tangan kaum musyrikin Mekah dalam menggenggam keimanan. Hingga pada akhir tahun kelima setelah kenabian Allah membukakan jalan untuk hijrah ke bumi Habasyah menuju perlindungan seorang raja yang tidak pernah menzalimi siapa pun yang ada bersamanya.

Utsman bin Affan membawa istrinya di atas keledai meninggalkan Mekah bersama sepuluh orang sahabat yang lain berjalan kaki menuju pantai. Di sana mereka menyewa sebuah perahu seharga setengah dinar. Di bumi Habasyah Ruqayyah melahirkan seorang putra yang bernama Abdullah.

BACA JUGA: Utsman Lebih Suka Buka Puasa dengan Rasulullah di Surga

Akan tetapi, putra Utsman ini tidak berumur panjang. Suatu ketika ada seekor ayam jantan yang mematuk mata hingga membengkak wajahnya. Dengan sebab musibah ini Abdullah meninggal dalam usia enam tahun.

Perjalanan mereka belum berakhir. Saat kaum muslimin meninggalkan negeri Mekah untuk hijrah ke Madinah mereka berdua pun turut berhijrah ke negeri itu. Begitu pun Ummu Kultsum berhijrah bersama keluarga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Selang berapa lama mereka tinggal di Madinah bergema seruan perang Badar. Para sahabat bersiap untuk menghadapi musuh-musuh Allah. Namun bersamaan dengan itu Ruqayyah binti Rasulullah diserang sakit. Rasulullah¬†Shalallahu ‘alaihi wasallam pun memerintahkan Utsman bin Affan untuk tetap tinggal menemani istrinya.

Ternyata itulah pertemuan mereka yang terakhir. Di antara malam-malam peristiwa Badar Ruqayyah binti Rasulullah kembali ke hadapanAllah karena sakit yang dideritanya. Utsman bin Affan radhiallahu canhu sendiri yang turun untuk meletakkan jasad istrinya ke dalam kubur.

Saat diratakan tanah pekuburan Ruqayyah terdengar kabar gembira keberhasilan pasukan muslimin melibas kaum musyrikin yang diserukan oleh Zaid bin Haritsah. Sepeninggal Ruqayyah, Umar bin Khattab menawarkan menawarkan kepada Utsman bin Affan untuk menikah dengan putrinya yang bernama Hafshah bintu Umar yang kehilangan suami di medan Badar. Namun saat itu Utsman dengan halus menolak.

Datanglah Umar bin Khattab ke hadapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengadukan kekecewaannya. Ternyata Allah memilihkan yang lebih baik dari itu semua. Rasulullah¬†Shalallahu ‘alaihi wasallam meminang Hafshah untuk dirinya dan menikahkan Utsman bin Affan dengan putrinya yang bernama Ummu Kultsum. Tercatat peristiwa ini pada bulan Rabiulawal tahun ketiga setelah hijrah.

Namun enam tahun setelah pernikahan Ummu Kultsum meninggal dunia. Ummu Kultsum meninggal tanpa meninggalkan seorang putra pun bagi Utsman. Jasadnya dimandikan oleh Asma’ bintu Umais dan Shafiyah binti Abdil Muthalib.

Tampak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyalati jenazah putrinya. Setelah itu beliau duduk di sisi kubur putrinya sembari kedua mata beliau berlinang air mata.

Beliau berkata “Adakah seseorang yang tidak mendatangi istrinya semalam?”

Abu Thalhah menjawab, “Saya.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata lagi, “Turunlah!”

BACA JUGA: Ummu Kultsum, Putri dari Khulafaur Rasyidin yang Keempat

Jasad Ummu Kultsum dibawa turun dalam tanah pekuburan oleh Ali bin Abi Thalib, Al-Fadhl bin Al-Abbas, Usamah bin Zaid serta Abu Thalhah Al-Anshari Itulah sedikit kisah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan putri-putri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. []

Sumber: Sahabat Rasulullah Ustman bin Affan/Karya: M. Syaikuhudin/Penerbit:Balai Pustaka/2012

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline