Foto: Bukubiruku

Kisah Hathith dan Hajjaj

Seorang alim bernama Hathith al-Zayyat dibawa ke hadapan Hajjaj. Setelah masuk istana, Hajjaj bertanya, “Apa benar kamu Hathith?”

“Ya,” jawabnya singkat.

BACA JUGA: Syahid dengan Wajah Tertelengkup Karena Khawatir

Hathith, “Tanyalah apa yang Anda ingin ketahui. Aku, sungguh, telah bersumpah kepada Allah di hadapan Maqam Ibrahim atas tiga perbuatan: jika ditanya, aku pasti menjawab dengan jujur; jika diberi cobaan, aku pasti akan sabar; dan jika dikarunia nikmat, aku pasti akan bersyukur.”

Hajjaj, “Apa pendapatmu tentang diriku?”

Hathihth, “Kalau boleh mengatakannya, sebenarnya Anda termasuk musuh Allah di bumi. Anda telah melanggar larangan Allah dan membunuh tanpa alasan yang dibenarkan.”

Hajjaj, “Ialu apa pendapatmu tentang Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan?”

Hathith, “Dia lebih banyak kesalahannya dibanding Anda. Anda hanyalah titik kecil kesalahan dari kesalahan Abdul Malik yang tak terhitung.”

Hajjaj memerintahkan algojo untuk menghukum Hathith. Hukuman yang diterima Hathith tidak alang kepalang beratnya. Tubuhnya dipukuli dengan tombak. Tubuh Hathith diikat dengan tali, lalu algojo itu menghantam-nya dengan tombak satu demi satu, hingga pukulan itu membekas di kulit. Para algojo tidak mendengar apa pun dari mulut Hathith.

Seseorang berkata kepada Hajjaj, bahwa Hathith hampir menghembuskan nafas terakhir.

Hajjaj, “Keluarkan dan lempar dia ke tengah pasar!”

Ja’far, periwayat kisah ini, berkata, “Aku dan seorang shahabat Hathith mendekatinya seraya bertanya, ‘Hathith, apakah engkau membutuhkan sesuatu?”

Hathith, ‘Seteguk air.’

BACA JUGA: Dia Mati Bunuh Diri atau Syahid?

Segera aku memberinya minum. Tak lama kemudian Hathith pun meninggal dunia sebagai syahid. Saat itu, umur beliau baru 18 tahun. []

Sumber: Tegak Dihadapan Penguasa: Kisah 30 ulama Ahl al-Sunnah Meluruskan jalan penguasa /Karya: Syekh Wahid Abdussalam Baly

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline