Foto: pixabay

Khalifah Umar bin Khattab Membayar Diyat bagi Janin

Suatu hari, Umar bin Khattab memanggil seorang wanita agar menemuinya. Ketika akan berangkat menemuinya, wanita itu menjadi gelisah dan ketakutan.

“Malang benar nasibku! Mengapa Umar ingin bertemu denganku?” bisiknya.

Dan, dalam perjalanan untuk menemui Umar, wanita itu jatuh sakit yang mengakibatkan kandungannya keguguran di tempat itu. Sang Khalifah lalu meminta nasihat dari para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengenai masalah ini. Sebagian sahabat berpendapat bahwa Umar tidak patut disalahkan, kecuali bahwa dalam kenyataannya dia adalah penguasa dan karenanya bertanggung jawab terhadap keadilan.

BACA JUGA: Doa Umar Bin Khattab, Saat Lelah Mengurus Rakyat

Umar belum puas atas saran sahabat Rasul tersebut, lalu ia berpaling kepada Ali ibn Abi lhalib yang sedari tadi diam membisu. “Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini, wahai Abul Hasan?” tanya Umar.

“Jika itu pendapat yang mereka berikan,” ujar Ali, “mereka salah. Jika sebaliknya, mereka berbicara begitu untuk membantumu, berarti mereka tidak memberimu nasihat yang baik. Engkaulah yang harus rnembayar diyat (ganti rugi) bagi janin itu. Dengan membuat takut wanita itu, engkau telah menyebabkannya mengalami keguguran.” Akhirnya, Umar mengikuti nasihat Ali ibn Abi lhalib.

Sumber: The Great of Two Umar/ Penulis: Fuad Abdurrahman/ Penerbit: Zaman, 2016

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Sekelumit Baju Besi Ali

Merekahlah senyum Ali, namun ia tak memiliki bukti atas pengakuan tergugatnya itu.

you're currently offline