Foto: Dreamstime

Ketika Kaum Anshar Membicarakan Rasulullah di Hari Pembebasan Kota Mekkah

Pada hari pembebasan kota Makkah, Rasulullah berdiri di atas bukit Shafa untuk berdoa kepada Allah dan dikelilingi kaum Anshar. Orang-orang Anshar berkata satu sama lainnya, “Apakah kalian memiliki pemikiran Jika Allah memberi kemenangan kepada Rasul-Nya dan berhasil menaklukan negerinya, ia akan menetap di sana?”

Setelah selesai berdoa, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Apa yang tadi kalian katakan?”

Kaum Anshar menjawab, “Kami tidak mengatakan apa-apa, wahai Rasulullah.”

BACA JUGA: Khutbah Nabi dalam Fathu Mekkah

Rasulullah tetap bersama orang-orang Anshar hingga mereka menjelaskan kepada beliau apa yang telah mereka perbincangkan, kemudian beliau bersabda, “Aku berilndung kepada Allah. Kehidupanku adalah bersama kalian dan kematianku adalah bersama kalian.”

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam masuk ke Makkah pada hari pembebasan Kota itu dengan menaiki unta lalu mengelilinginya. Banyak terdapat berhala-berhala yang diikat dengan timah di sekitar Ka’bah, kemudian beliau memberi isyarat pada patung-patung tersebut dengan potongan kayu yang beliau pegang seraya membaca ayat:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. al-Isra’: 81).

BACA JUGA: Surat Hathib bin Abi Baltaah saat Fathu Mekkah

Setiap Rasulullah berisyarat ke wajah sebuah berhala, maka ia pasti terjungkal ke belakang dan setiap kali beliau memberi isyarat ke tengkuk suatu berhala maka berhala tersebut jatuh tersungkur. Demikianlah hingga semua berhala jatuh.

Tentang peristiwa ini, Tamim bin Asad Al-Khuza’i bertutur: Pada berhala-berhala itu ada pelajaran dan ilmu. Untuk orang yang mengharap pahala atau adzab. []

Sumber: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline